Dark/Light Mode

Salamun Ababil, Pustakawan Perpusnas

Warisan Literasi Dari Saudagar Pariaman Abad Ke-19

Rabu, 7 Juli 2021 13:51 WIB
Purtakawan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Salamun Ababil (Foto: Istimewa)
Purtakawan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Salamun Ababil (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Melalui kacamata literasi, yang telah dilakukan dan ditulis Moehammad Saleh telah memberi arti bagi banyak ilmu pengetahuan. Bersandar pada perspektif sejarah, setidaknya telah ada tiga tulisan yang menerangkan berbagai eksplanasi berdasar pada autobiografi Saleh. Pertama, tulisan Tsuyoshi Kato (1986). Kato menulis sejarah ekonomi, terutama perdagangan garam di Pantai Barat Sumatera melalui yang ditulis Saleh. Autobiografi tersebut menjadi sumber sejarah primer untuk melihat dunia maritim Pariaman pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Relasi antara penduduk Minangkabau dengan berbagai suku bangsa lainnya, seperti Aceh dan Nias, serta dengan pemerintah kolonial saat itu tergambar dengan jelas. 

Kedua, tulisan Mestika Zed (2017) yang berjudul “Saudagar Pariaman Menerjang Ombak Membangun Maskapai: Riwayat Muhammad Saleh Datuk Rangkayo Basa 1841-1921”. Berbekal tulisan Saleh, Zed dapat menelusuri sejarah ketokohan seorang individu di Pariaman. Berbagai petuah hidup orang Minangkabau, baik yang diterima Saleh dari lingkungan sekitarnya maupun dari pengalaman hidupnya sebagai nakhoda asal Pariaman, terungkap dengan terang. Yang paling baru adalah esai yang ditulis oleh Undri (2019) dengan judul “Narasi Gempa dalam Otobiografi Moehammad Saleh Datoek Rangkayo Basa”. Ternyata, tidak hanya kehidupan sosial kemasyarakatan yang dapat diteropong dari autobiografi Saleh. 

Baca juga : Salim, Kebiasaan Kecil Yang Punya Pengaruh Besar

Lebih daripada itu, berbagai peristiwa alam, termasuk gempa dan tsunami juga tercatat dalam karya itu. Saleh pernah mengalami bumi bergoyang (gempa) dan ombak besar (tsunami) ketika berlayar ke Kepulauan Nias pada 1861. Sejarah kebencanaan di wilayah Pantai Barat Sumatera dengan demikian dapat ditelusuri melalui autobiografi Saleh.

Yang Diwariskan Saleh
Tulisan ini kemudian ingin meluaskan lagi perspektif ilmu pengetahuan yang tergapai oleh kearifan literasi Saleh. Berdasar kepada kemampuan serta keterampilan Saleh dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidupnya, maka yang dilakukan Saleh ini dapat disebut sebagai suatu kemajuan literasi. Tidak lazim pada masa itu seorang nakhoda cum saudagar menuangkan pengalaman hidupnya dalam bentuk tulisan, terlebih dengan begitu detail. Dari berbagai nilai pengetahuan, kecerdasan, dan kebijaksanaan setempat, maka lahirlah suatu pesan kearifan lokal Nusantara melalui magnum opus Moehammad Saleh: Riwajat Hidup dan Perasaian Saja.

Baca juga : Kwitang, Oase Di Kota Metropolitan

Karya monumental ini menunjukkan bahwa pernah ada kesadaran literasi di Pariaman, satu wilayah di pesisir barat Sumatera, dari seorang tokoh yang lahir pada pertengahan abad ke-19. Yang ia lakukan ternyata tidak hanya menulis, tetapi juga memberikan contoh bahwa tuangan pemikiran dalam bentuk tulisan memang bisa menjadi abadi. Autobiografi Saleh masih terus dibaca dan dikutip hingga dewasa ini. Tulisannya telah berusia 106 tahun, dan bahkan apa yang ia ceritakan telah berusia sekitar 150 tahun.

Salah satu pesan yang ditulis Saleh pada 1914 itu berbunyi begini “…(nasihat sang ayah kepada Saleh) saya jadikan pusaka yang boleh dimiliki oleh anak cucu, turun temurun. Ini juga amanat sekaligus wasiat yang akan saya tinggalkan kelak. Agak lama tahannya. Tak lapuk kena hujan, tak lekang kena panas. Lebih lama kekalnya daripada harta benda yang saya tinggalkan”. Lebih dari seratus tahun kemudian, yang ditinggalkan Saleh ternyata bukan hanya sebatas pesan untuk anak cucu keturunannya, melainkan juga ilmu pengetahuan yang sarjana dari Jepang juga ikut mengamatinya.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.