Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sehari, Corona Renggut 1.000 Nyawa
Mode Krisis: On, Mode Panik: Off
Kamis, 8 Juli 2021 08:00 WIB
Sebelumnya
“Angka ini bisa akan terus naik. Bisa saja bisa sampai 40 ribu atau lebih. Skenario menghadapi itu sudah kita lakukan, baik itu mengenai obat, oksigen, maupun rumah sakit,” kata luhut dalam keterangan persnya, Selasa (6/7).
Pemerintah juga sudah menjalin kerja sama dengan Singapura, China dan Amerika Serikat untuk menyiapkan langkah antisipasi. “Kalau ada yang bilang perlu bantuan dari luar, kita juga sudah komunikasi dengan Singapura, dengan Tiongkok, dan sumber-sumber lain,” tambahnya.
Baca juga : Ngeri, Covid Renggut Nyawa 3 Warga DKI Setiap 1 Jam
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menjelaskan lonjakan kasus yang beberapa hari ini terjadi. Menurut dia, lonjakan kasus terjadi karena testing mendekati target. “Harapannya 324.000 (testing) per hari,” ungkapnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Kata dia, penemuan kasus yang diikuti dengan isolasi, kemudian ditindaklanjuti dengan pelacakan dan karantina, merupakan upaya untuk memutus rantai penularan. Sebab, beban fasilitas kesehatan sudah melebihi kapasitas sehingga penularannya perlu diputus dari hulu.
Baca juga : Perangi Corona, Inggris Mau Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin
“Makin cepat dan dini kita menemukan kasus maka gejala berat dapat kita kurangi,” beber Juru Bicara Vaksin dari Kemenkes itu.
Di dunia maya, seruan untuk tidak panik juga disampaikan beberapa pengguna media sosial. “Aku yang nggak panik sama sekali aja merasakan sakit seperti ini, apalagi mereka yang panik. Jadi kuncinya saat kita positif adalah nggak usah panik, di terima aja vonis dokter kalo kita positif, lalu isolasi mandiri, makan², minum dan istirahat teratur serta minum vitamin,” tutur @03_nakula.
Baca juga : Risma Latih 1.000 Nelayan Menjadi Sahabat Tagana
“Panik justru bikin imun kita turun bisa-bisa drop. Usahakan makan karena biar tambah asupan dan minum air putih hangat,” timpal @ernithea74.
Namun, akun @BrooGallan menilai, panik yang terjadi ini bukan hanya karena lonjakan kasus Corona. “Rakyat miskin panik cari uang buat makan orang kaya panik hamburkan uang buat borong makanan coba di jamin pemerintah nggak akan panik rakyat miskin,” protesnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya