Click Here

Dark/Light Mode

Yang Sembuh Pecahkan Rekor

Nah, Ini Baru Bikin Senang

Sabtu, 10 Juli 2021 07:20 WIB
Pasien Corona menajalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta. (Foto: Tedy Kroen/RM)
Pasien Corona menajalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah kabar duka mengenai penambahan kasus Corona dan pasien meninggal, terselip sedikit berita baik. Yaitu, banyaknya pasien Corona yang bisa disembuhkan.

Seharian kemarin, ada 28.975 orang yang sembuh dari Corona. Jumlah ini menjadi rekor tertinggi selama pandemi di Tanah Air. Hal ini tentu membuat senang. Apalagi, sepanjang Juli ini, pasien sembuh memang mengalami peningkatan signifikan. Totalnya, 2.023.548 orang.

1 Juli, jumlah pasien sembuh bertambah 9.874 orang. 2 Juli, naik menjadi 11.578 orang. 3 Juli naik lagi menjadi 13.282 orang. 4 Juli, angkanya sempat turun sedikit menjadi 13.127 orang. Lalu, 5 Juli, naik lagi menjadi 14.416 orang. 6 Juli, naik lagi menjadi 15.863 orang. Sayangnya, di 7 Juli, kembali turun tipis menjadi 14.835 orang. 8 Juli, penambahannya melonjak menjadi 21.185 orang.

Berita Terkait : Mensos Selamatkan Generasi Muda Dari Bahaya Narkoba

Untuk kasus positif, seharian kemarin bertambah 38.124 orang. Sehingga totalnya menjadi 2.455.912. Sedangkan pasien meninggal dunia bertambah hingga 871 orang, sehingga totalnya menjadi 64.631.

Berbagai cara sudah dilakukan pemerintah untuk menekan laju penyebaran Corona. Salah satunya, dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali sejak 3 hingga 20 Juli.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Hery Trianto berharap, kasus Corona mulai melandai dalam beberapa hari ke depan. "Kalau memang benar kita bisa efektif menjalankan PPKM Darurat ini," kata Hery, dalam perbincangan dengan Jubir Presiden, Fadjroel Rachman, di Instagram, kemarin.

Berita Terkait : Anies Makin Keras

Dia menyebut, sebagian orang memperkirakan puncak kasus Corona terjadi di awal Agustus. Namun, dia pede hal itu tidak akan terjadi. Sebab, pemerintah sudah melakukan intervensi.

"Kita kan sudah melakukan intervensi dengan sumber daya yang ada. Kemudian melakukan pendisiplinan masyarakat untuk patuh protokol kesehatan," ujar Hery.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menilai, rekor kesembuhan membuktikan fasilitas kesehatan (faskes) tidak kolaps. Pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan secara optimal. "Walaupun melebihi kemampuan dan kapasitas yang ada," paparnya.

Berita Terkait : Pusat Pasar Kerja, Ikon Baru Kemnaker

Terpisah, epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman berpendapat, masyarakat patut bergembira melihat data kesembuhan yang lagi-lagi pecah rekor. Hal ini menandai capaian tenaga kesehatan dalam memberikan layanan terbaik.

"Merasa senang boleh banget untuk membuktikan sebetulnya yang pulih tetap lebih banyak daripada yang wafat. Meski kita tetap berduka bagi yang wafat," ucapnya.

Apalagi melihat keseriusan Pemerintah dalam mengambil kebijakan dalam menekan laju penularan. "Upaya serius dari berbagai pihak bisa tertangani di rumah-rumah. Namun, jangan dilupakan prinsipnya harus selalu mencegah lebih baik daripada terinfeksi Covid-19," pungkas Dicky. [UMM]