Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BMKG Dorong Pakar Bikin Sistem Peringatan Dini Tsunami Non Tektonik
Sabtu, 10 Juli 2021 23:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendorong para akademisi dan pakar gempa dan tsunami Indonesia mencari terobosan dan inovasi untuk memperkuat sistem peringatan dini tsunami nontektonik.
Saat ini, sistem peringatan dini tsunami yang dimiliki Indonesia hanya berdasarkan gempa bumi tektonik.
Baca juga : KPK Dorong Penegakan Hukum Operasi Tambang Liar
"Padahal, potensi tsunami akibat non tektonik juga cukup tinggi dan mengintai sejumlah wilayah di Indonesia," ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam sebuah webinar, Sabtu (10/7).
Situasi ini tidak hanya dialami Indonesia, namun juga seluruh negara di dunia. Oleh karena itu, BMKG berharap para ahli, pakar, serta akademisi dapat menciptakan sebuah sistem peringatan dini tsunami nontektonik yang lengkap dengan pemodelan matematis dan perhitungan yang tepat dan akurat.
Baca juga : MNC Group Gandeng Jasa Marga Garap Bisnis Properti dan Digital
Dwikorita menyebut, sejumlah wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami tsunami nontektonik adalah Selat Sunda, Kota Palu Sulawesi Tengah, Seram Maluku Tengah, dan Pulau Lembata Nusa Tenggara Timur.
Hal ini dikarenakan wilayah-wilayah tersebut banyak memiliki palung laut.
Baca juga : Kontak Dengan Pasien Covid, Kate Middleton Isoman Di Istana Kensington
"Ini menjadi pekerjaan rumah para ahli gempa bumi dan tsunami untuk bisa secepat mungkin memberikan peringatan dini tsunami nontektonik," pungkasnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya