Dark/Light Mode

Banyak Daerah Teriak Vaksin Kosong

Pak Menkes, Tolong-tolong...

Sabtu, 24 Juli 2021 07:35 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Dok. Kemenkes)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Dok. Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Beberapa daerah teriak kehabisan stok vaksin Covid-19. Alhasil, kegiatan vaksinasi pun terhambat. Jika dibiarkan, target herd immunity yang ditargetkan pemerintah sebanyak 70 persen dari total penduduk, sulit dicapai. Pak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, tolong-tolong selesaikan masalah ini.

Dimulai dari Jawa Barat (Jabar). Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, stok vaksin di daerahnya kosong. Ia dijanjikan pemerintah pusat, vaksin untuk dosis kedua baru akan datang, Agustus.

Berita Terkait : HAN 2021, Taman Impian Jaya Ancol Gelar Sentra Vaksin Anak

Sebenarnya, Jabar telah menerima 10 juta dosis vaksin. Dari jumlah tersebut, 72 persennya sudah disuntikkan ke masyarakat. Sedangkan 26 persen vaksin untuk dosis kedua.

Kemudian di Sleman, Yogyakarta. Animo masyarakat yang tinggi, membuat stok vaksin di sana tinggal 20 ribuan dosis. Di Pekanbaru, juga begitu.

Berita Terkait : Vaksin Tameng Sakti Menaklukkan Corona

Stok vaksin di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah juga kosong sejak Juni lalu. Alhasil, penyuntikan dosis kedua di sejumlah fasilitas kesehatan daerah Kudus terpaksa ditunda.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus mengakui, proses vaksinasi di daerahnya mengalami penundaan karena terbatasnya pasokan. Padahal, pihaknya sudah mengajukan 82 ribu dosis vaksin tambahan ke pemerintah pusat. Ia dijanjikan bakal dikirim 41 ribu dosis vaksin, yang rencananya diperuntukkan untuk dosis kedua.

Berita Terkait : Puan: Vaksinasi Jangan Sampai Terhenti Karena Stok Habis!

Kondisi di Bandar Lampung juga tidak jauh berbeda. Masyarakat bahkan menagih ke pemerintah, kapan dijadwalkan menerima vaksin. Karena sudah sebulan lebih belum menerima kepastian. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengaku, juga sudah meminta penambahan vaksin kepada pemerintah pusat.

Di Nusa Tenggara Barat, lebih parah lagi. Penuturan Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, vaksin di daerahnya ludes. “Jadi memang antusias masyarakat untuk divaksin ini meningkat dan tinggi. Sehingga begitu kita menerima vaksin dari pusat, kita langsung distribusikan ke 10 kabupaten/kota,” bebernya.
 Selanjutnya