Dark/Light Mode

Pengadaan Laptop 17 Triliun

Nadiem Dikawal Luhut

Sabtu, 24 Juli 2021 07:50 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim bersama Menko bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala LKPP Roni Dwi Susanto dan Kepala Biro Komunikasi Kemenko Marves Andreas Dipi Patria menggelar konferensi pers secara virtual Kamis (22/7/2021). (Foto: Dok. Kemenkomarves)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim bersama Menko bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala LKPP Roni Dwi Susanto dan Kepala Biro Komunikasi Kemenko Marves Andreas Dipi Patria menggelar konferensi pers secara virtual Kamis (22/7/2021). (Foto: Dok. Kemenkomarves)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim lagi punya proyek jumbo. Yakni, pengadaan laptop senilai Rp 17,42 triliun. Namun eks bos Gojek itu, tidak sendiri. Dia dikawal Menko bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut dan Nadiem menggelar konferensi pers (konpers) bareng membahas soal ini pada Kamis (22/7). Selain itu, ada juga Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto.

Tema konpersnya: Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Sektor Pendidikan. Konpers ini dipandu oleh Kepala Biro Komunikasi Kemenko Marves Andreas Dipi Patria secara virtual.

Berita Terkait : Kemenperin All Out Pasok Kebutuhan Oksigen

Adalah Menko Luhut yang dapat giliran bicara pertama. Mula-mula, ia mengaku sudah tek-tokan selama beberapa bulan dengan Menteri Nadiem dan Menteri Agus terkait pengadaan laptop ini.

Luhut melontarkan masalah utama dari belanja pemerintah selama ini. Dimana, masih lebih doyan belanja produk impor dari pada produk dalam negeri (PDN). Khususnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sehingga belanja PDN jadi lebih rendah ketimbang produk impor.

“Padahal kita bisa produksi sendiri. Jadi harus dibasmi orang-orang yang masih bermain-main di sini,” tegas Luhut.

Baca Juga : Firli Selamat

Untuk itu lah proyek laptop Rp 17 triliun ini didorong. Dengan syarat, menggunakan produk dalam negeri. Anggaran sebanyak itu dialokasikan hingga tahun 2024 mendatang.

Produsen laptop dalam negeri akan diberikan sejumlah kemudahan. Mulai dari menyediakan akses pasar, modal, peningkatan kapasitas SDM, hingga fasilitas sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) gratis.

Biayanya diambil dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 112 miliar. Dengan syarat, produk yang hendak disertifikasi punya proyeksi nilai TKDN diatas 25 persen, dengan maksimal 8 jenis produk per industri.

Baca Juga : Takut Hantu, Sekeluarga Tidur Di Balkon Sebulan

Luhut menyebutkan, sudah ada enam perusahaan yang siap memasok laptop lokal sebanyak 718.000 unit tahun ini, dengan tingkat TKDN yang sudah memenuhi ketentuan pemerintah.
 Selanjutnya