Dark/Light Mode

Heboh Diminta Diam Oleh Luhut

SBY Kirim Twit Doa Untuk Pemerintah

Kamis, 29 Juli 2021 07:30 WIB
Presiden RI Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: YouTube Edhie Baskoro Yudhyono)
Presiden RI Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: YouTube Edhie Baskoro Yudhyono)

 Sebelumnya 
“Nggak perlulah kita merasa bahwa yang berkuasa sekarang ini di bawah kita. Mungkin saja Bapak A, Bapak B itu lebih pintar. Tapi, sekarang yang berkuasa, ini, ya sudah,” katanya sembari menegaskan bahwa dia tidak dalam posisi menyerang balik SBY.

Pernyataan Luhut itu langsung viral dan menuai reaksi dari para kader Demokrat. Di dunia nyata dan dunia maya, banyak pihak yang marah dengan pernyataan Luhut. Namun, ada juga yang menganggap pernyataan Luhut hal yang wajar.

Baca juga : Gelar Rapimnas, Seknas Jokowi Fokus Bantu Pemerintah Atasi Pandemi

Di tengah polemik itu, SBY yang selama ini diam, semalam menuliskan cuitan di Twitter. Belakangan ini, SBY memang jarang membuat cuitan di akun Twitter miliknya. Terakhir, SBY membuat cuitan pada 26 April. Isinya, soal duka cita SBY terhadap tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-420 yang menewaskan 53 prajurit TNI.

Cuitan SBY kemarin, bunyinya doa. Cuitan itu juga di-posting langsung oleh SBY. Bukan oleh admin Twitternya. Itu diketahui dari asterisk atau tanda bintang yang dibubuhkan pada akhir cuitan, yang mengapit akronim namanya.

Baca juga : Kecam Israel, Gubernur Mahyeldi Ikut Aksi Solidaritas Untuk Palestina

“Tuhan, seraya gigih berikhtiar, kami tetap memohon kemurahan hati-Mu. Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin. SBY,” tulisnya, di akun @SBYudhoyono.

Tidak diketahui secara pasti maksud hati SBY mencuitkan doa itu. Apakah untuk merespons ucapan Luhut yang kepingin meng-Habibie-kan dirinya atau bukan.

Baca juga : Raja Maroko Kirim Bantuan Makanan Dan Obat Untuk Palestina

Sementara itu, sejumlah elit parpol menyampaikan pendapatnya soal pernyataan Luhut yang meminta SBY diam. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid misalnya. Wakil Ketua MPR itu meminta Luhut tidak meng-Habibie-kan SBY. Karena SBY bukan Habibie, begitupun sebaliknya.

“Enggak perlu ‘di-Habibie-kan’. Toh SBY selama ini juga tetap menjaga kesantunan,” tutur Jazilul, kemarin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.