Dewan Pers

Dark/Light Mode

Nama Harun Masiku Nggak Dipajang Situs Resmi Interpol, Polisi Bilang Begini

Selasa, 10 Agustus 2021 19:00 WIB
Buronan KPK Harun Masiku. (Foto: Ist)
Buronan KPK Harun Masiku. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - NCB Interpol Indonesia Hubinter Polri buka suara soal nihilnya nama buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Masiku di situs resmi Interpol.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Hubinter Polri Brigjen Amur Chandra Juli Buana mengatakan, setelah red notice Harun Masiku terbit, Interpol melakukan kajian. Salah satu yang dikaji, perlu atau tidaknya nama dan wajah Harun Masiku dipajang di situs Interpol.

"Ya sebulan lalu. NCB Interpol Indonesia memproses, kirim ke Lyon dan itu keluar red notice-nya. Jadi kita mengklik apakah itu mau di-publish atau tidak. Penyidik pada saat itu mengatakan tidak perlu di-publish karena kita perlu kecepatan,” ujar Amur, di Mabes Polri, Selasa (10/8).

Berita Terkait : Nama Harun Masiku Nggak Ada Di Situs Interpol, Ini Penjelasan KPK

Dia mengatakan, pengajuan red notice Harun Masiku ke Interpol merupakan permintaan KPK. Setelah komisi pimpinan Firli Bahuri vs itu meminta penerbitan red notice atas nama tersangka kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR itu, penyidik gabungan melakukan gelar perkara untuk menentukan layak tidaknya red notice itu diajukan ke Interpol di Lyon, Prancis.

"Kemudian kita kirim hasil pemeriksaan dan hasil gelar perkara itu ke Lyon, Prancis, dan mereka yang tentukan apakah ini layak jadi red notice atau tidak. Berdasarkan pertimbangan dari komite di Lyon, Prancis," tambahnya.

Amur mengklaim, interpol sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara demi melacak buronan KPK itu dan mendeteksi masuknya Harun Masiku ke sejumlah negara.

Berita Terkait : Kabar Baik, Van Dijk Siap Merumput Lagi

Sebelumnya, nama Harun Masiku ternyata tak ditemukan pada situs resmi Interpol https://www.interpol.int/en.

Padahal, KPK menyatakan Interpol Indonesia telah menerbitkan red notice untuk Harun Masiku. Bahkan, sejumlah negara diklaim Ketua KPK Firli Bahuri telah merespon red notice Harun Masiku.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan, tidak tercantumnya nama Harun Masiku di situs interpol merupakan permintaan Indonesia.

Berita Terkait : Ada Yang Mulai Melegakan, Ada Yang Mengkhawatirkan

Meski nama Harun Masiku tak tercantum, Ali memastikan anggota Interpol atau aparat penegak hukum tetap bisa mengakses nama-nama orang yang masuk ke dalam red notice. Dia juga memastikan upaya perburuan terhadap Harun Masiku masih akan terus dilakukan.

"Jadi, tidak terpublikasinya di dalam website tersebut tentu tidak mengurangi upaya pencarian buronan tersebut, karena negara-negara lain masih bisa mengaksesnya," tandasnya. [OKT]