Dark/Light Mode

FGD Dengan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia

Ranking Investasi Kita Terbaik Di Asia Tenggara

Rabu, 11 Agustus 2021 08:00 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Rakyat Merdeka, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dok. RM.id)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Rakyat Merdeka, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dok. RM.id)

 Sebelumnya 
Terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 yang mencapai 7,07 persen, Bahlil meminta semua pihak tidak kegirangan dulu. Ancaman pandemi Corona masih terjadi. Pekerjaan berat untuk memulihkan ekonomi masih berat.

“Karena baseline kita di 2020 itu minus 5 persen. Nagara lain justru jauh tumbuh positif. Seperti China, Korea, Amerika, dan beberapa negara di Eropa,” tutur Bahlil, mengingatkan.

Capaian fantastis ini juga tak lepas dari mitra dagang Indonesia yang ekonominya tumbuh positif. Alhasil, kinerja ekspor impor melejit. Tak ketinggalan, investasi yang tumbuh 7,54 persen. Menariknya, konsumsi yang tumbuh 8,06 persen disebabkan dua hal. Pertama, belanja pemerintah termasuk bansos. Kedua, penciptaan lapangan kerja.

Baca juga : Jokowi Teken Perpres Kementerian Investasi, Bahlil Bakal Punya Wamen

Kata Bahlil, tingginya daya beli karena masyarakat memiliki kepastian pendapatan. Meski pandemi masih berlangsung, dunia usaha tetap survive menciptakan lapangan pekerjaan. Peluang ini tercipta karena investasi. Dengan kata lain, konsumsi yang tinggi merupakan hilir dari investasi.

Lantas, apa strateginya? Ada tiga jurus utama yang dikeluarkan Bahlil untuk terus menggaet investasi di masa pandemi. Memperbaiki regulasi, mengeksekusi investasi yang mangkrak, dan terakhir, promosi.

Soal regulasi. Undang-Undang Cipta Kerja dan turunannya terbukti ampuh memikat pengusaha kakap. Terlebih, Kementerian Investasi sudah meluncurkan Online Single Submission (OSS). “Ini aplikasi teribet sepanjang sejarah BKPM. Karena memangkas birokrasi dari pusat hingga daerah. Harapannya, OSS dapat memberikan kepastian, kemudahan, dan transparansi bagi investor,” imbuh Bahlil.

Baca juga : Menteri Sandi Inisiasi Pariwisata Berbasis Kemanusiaan

Dengan sedikit candaan, ia mengibaratkan OSS sebuah sistem: dari mata air menjadi air mata. Apa maksudnya? Mata air diibaratkan ladang rezeki bagi oknum tak bertanggung jawab. Dan air mata, bentuk kesedihan dari mereka karena tidak lagi bisa cawe-cawe. Pasalnya, OSS betul-betul didisain untuk memudahkan investor mengurus perizinan.

“Penderitaan saya dulu, saya rumuskan dalam OSS,” katanya.

Menutup paparannya, Bahlil terus mengkampanyekan, Negara sebesar ini harus lebih banyak melahirkan pengusaha-pengusaha muda. “Jangan semua jadi pekerja,” katanya, memotivasi. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.