Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
RM.id Rakyat Merdeka - Teka teki di mana Harun Masiku bersembunyi, mulai menemui titik terang. KPK mengendus, eks Caleg PDIP yang menjadi buronan kasus korupsi suap Pergantian Antar-Waktu (PAW) anggota DPR itu, ada di luar negeri.
Menurut Deputi Penindakan KPK, Karyoto, Masiku sudah terendus sebelum Kepala Satgas KPK nonaktif, Harun Al Rasyid, berkoar-koar mengetahui informasi keberadaan buronan penyuap mantan anggota KPU Wahyu Setiawan, itu. Namun, pandemi Covid-19 menjadi kendala KPK menangkap Masiku.
Baca juga : Jumlah Penindakan Turun, KPK Akui Terkendala Pandemi Covid-19
"Karena tempatnya tidak di dalam (negeri), kita mau ke sana juga bingung. Pandemi sudah berapa tahun," kata Karyoto, dalam konferensi pers, kemarin.
Karyoto memastikan, dirinya sangat bernafsu menangkap Masiku. Ketua KPK, Firli Bahuri, pun sudah memerintahkannya. Sayangnya, belum ada kesempatan.
Baca juga : Top, Produksi Minyak Pertamina Dari Luar Negeri Capai 101 Persen
"Saya sangat nafsu sekali ingin menangkapnya. Waktu itu, Pak Ketua (Firli Bahuri) sudah perintahkan, 'kamu berangkat'. Saya (jawab) siap, Pak. Tapi kesempatannya yang belum ada," ujarnya.
Kendati demikian, pria berlatar belakang perwira tinggi Polri itu, enggan membuka lebih detail lokasi persembunyian Masiku. Sebab, dia khawatir yang bersangkutan mendengar Informasi ini, lalu berpindah ke lokasi lain. Tapi, dia memastikan, KPK akan menangkap buronan kelahiran 21 Maret 1971 itu.
Baca juga : Sudah Bertemu Beberapa Kali, JK Percaya Taliban Lebih Moderat
"Nggak etis dan nggak patut kalau kita buka di sini. Nanti infonya ke mana-mana. Kalau misalnya dia tahu sedang dicari ke arah ke sana, nanti geser lagi, bingung lagi kita," tutur Jenderal Polisi bintang dua ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya