Dark/Light Mode

Nasabah PNM Melonjak

Jokowi: Holding UMi Bikin Ekonomi Mapan

Sabtu, 28 Agustus 2021 06:40 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Peresmian Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/08/2021). (Foto: BPMI Setpres/Rusman).
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Peresmian Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/08/2021). (Foto: BPMI Setpres/Rusman).

 Sebelumnya 
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir meninjau langsung kegiatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang juga nasabah PNM, di Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (22/8). Erick didampingi Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, dan Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM Sunar Basuki.

Kepada nasabah, Erick menyo­sialisasikan rencana menggabung­kan BRI, PNM, dan Pegadaian dalam satu holding. Menurutnya, lewat sinergi itu, bunga cicilan dari pinjaman produktif akan lebih ringan. “Insya Allah, No­vember cicilan akan turun,” ujar Erick yang disambut tepuk tangan ibu-ibu yang tengah mengikuti pelatihan PNM Mekaar.

Baca juga : Holding UMi Bisa Cetak 30 Juta Lapangan Kerja

Pangkas Bunga

Kemampuan PNM melayani the bottom of pyramid pelaku usaha di Indonesia ini diyakini semakin kokoh, seiring pertum­buhan bisnis dan aktivitas pem­berdayaan perseroan ke depan yang makin besar pasca holding UMi terbentuk.

Baca juga : Di Depan 100 Ekonom, Jokowi Ungkap 3 Strategi Besar Dongkrak Ekonomi RI

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menjelaskan, melalui holding UMi, perseroan dituntut lebih agresif dalam membantu pelaku usaha mikro. Yakni, me­lalui pembinaan yang semakin masif dan penyaluran pinjaman modal produktif. Tentunya dengan bunga cicilan yang lebih ringan.

Karena itu, PNM tengah mengkalkulasi beberapa hal, seperti potensi beban dana, beban operasional. Serta beban lainnya yang akan ditransmisi­kan pada beban cicilan kredit usaha wong cilik.

Baca juga : Cepat Menjangkau Rakyat, Jokowi Puji Vaksinasi Door To Door Di Madiun

“Penurunan bunga cicilan akan terjadi pasca holding. Saat ini, sedang didiskusikan ber­sama. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan,” ujar Arief di Jakarta, kemarin.

Arief yakin, dengan ter­bentuknya holding, nasabah program Mekaar PNM akan memperoleh penurunan bunga pinjaman sekitar 3 persen. Sinergi itu pun akan semakin menguntungkan masyarakat kecil karena dapat mengoptimalkan peran pemberdayaan PNM dengan penurunan biaya overhead sekitar 8 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.