Dark/Light Mode

Tunjangannya Dinaikkan

PNS Kini Bisa Senyum Lebar

Jumat, 3 September 2021 07:45 WIB
Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS). (Foto: IG @infocpns2021)
Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS). (Foto: IG @infocpns2021)

 Sebelumnya 
Belanja tersebut digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan kinerja aparatur negara, sesuai dengan capaian reformasi birokrasi dari masing-masing K/L. Belanja pegawai itu merupakan bagian dari belanja K/Lsenilai Rp 940,57 triliun dalam RAPBN 2022.

Sementara pada tahun ini, pemerintah tak memasukkan tunjangan kinerja (tukin) dalam komponen pembayaran THR dan gaji ke-13 untuk PNS pada 2021. Hal ini terjadi sejak 2020 lalu. Alasannya, pemerintah ingin menghemat anggaran yang terkuras untuk menangani pandemi Covid-19.

Anggota Komisi XI DPR, Heri Gunawan mengapresiasi sikap pemerintah yang menaikkan tunjangan jabatan PNS fungsional penggerak masyarakat. Namun, dia juga mengingatkan agar pemerintah kembali bayarkan tunjangan kinerja (tukin) PNS yang dipotong untuk tangani Corona.

Berita Terkait : Para PNS Sabar Ya, Negara Lagi Tekor

“Bila kondisi negara sudah kembali ke normal dan keuangan negara juga sudah sehat, negara perlu memikirkan untuk mengembalikan tunjangan kinerja yang dipotong kepada PNS yang bersangkutan,” ujarnya.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai, kebijakan kenaikan tunjangan kinerja kontraproduktif. Karena digagas di saat sejumlah daerah melakukan pemangkasan APBD dan K/Lmelakukan refocusing.

“Daerah itu udah habis-habisan tangani Covid. Cuma membebani daerah yang tidak punya kemampuan,” tegasnya, kemarin.

Baca Juga : Bangun Solo, Gibran Pake Gaya Sapu Jagat

Warganet ikutan mengomentari tunjangan PNS tersebut. “Alhamdulillah,” ucap @prastowo_dwi. “Pantesan senyum ayah dan ibuku hangat sekali pagi ini,” timpal @pepbsss. “Alhamdulillah, moga-moga kebagian barokahnya,” sebut @YanniPramono. “Yang suka nyiyir pemerintah mau terima nggak ya,” tanya @kokonduts.

@prokers membandingkan tunjangan dan kerja PNS. Apalagi, selama ini layanan masih buruk.

“PNS tuh ngapain digaji gede-gede sih kalo pelayanannya masih buruk, birokrasi berbelit, dan kurang transparan. Guru aja banyak yang honorer, gajinya ratusan ribu,” cuitnya. [UMM]