Dewan Pers

Dark/Light Mode

Laporkan 2 Aktivis ICW Ke Polisi

Moeldoko Memilih Jadi Warga Biasa

Sabtu, 11 September 2021 07:45 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (kanan) resmi melaporkan dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Bareskrim Polri, Jumat (10/9/2021). (Foto: Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (kanan) resmi melaporkan dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Bareskrim Polri, Jumat (10/9/2021). (Foto: Adhyasta Dirgantara/detikcom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko vs Indonesia Corruption Watch (ICW) memasuki babak baru. Moeldoko akhirnya memilih menggunakan haknya sebagai warga negara biasa dengan melaporkan dua peneliti ICW ke Bareskrim Polri.

Didampingi kuasa hukumnya Otto Hasibuan, Moeldoko menyambangi Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin. Moeldoko yang tampil mengenakan batik cokelat terpantau memasuki gedung Bareskrim sekitar pukul 12.23 WIB. Lalu, sekitar pukul setengah satu siang, ia sudah keluar. Atau hanya sekitar 7 menit saja.

“Saya Moeldoko, selaku warga negara yang taat hukum, pada siang hari ini saya melaporkan saudara Egi dan saudara Miftah karena telah melakukan pencemaran atas diri saya,” ucap Moeldoko, kepada wartawan yang sudah menunggunya di Bareskrim.

Berita Terkait : ICW Harus Profesional, Moeldoko Tak Anti Kritik

Pencemaran yang dimaksud Moeldoko terkait tudingan aktivis ICW itu bahwa dirinya ikut cawe-cawe dan berburu rente dalam proyek ivermectin, obat Corona yang heboh beberapa waktu lalu.

Egi yang bernama lengkap Egi Primayogha adalah peneliti ICW yang memaparkan hasil penelitiannya di kanal YouTube Sahabat ICW terkait relasi antara Moeldoko dengan PT Harsen Laboratories sebagi produsen obat ivermectin. Sementara Miftah adalah yang memosting siaran pers soal penelitian itu, di website ICW.

Menurut Moeldoko, langkah hukum ini diambil setelah memberikan kesempatan kepada keduanya untuk membuktikan hasil penelitiannya, lewat 3 kali somasi. Jika tidak bisa, ia juga memberikan kesempatan untuk minta maaf dan mencabut tudingan tersebut. Tapi hingga kemarin, ia melihat tidak ada itikad baik.

Berita Terkait : Dilaporkan Polisi, ICW: Mestinya Moeldoko Bijak Tanggapi Kritik

“Dengan terpaksa, saya selaku warga negara yang punya hak yang sama dengan yang lain, maka saya melapor,” lanjutnya.

Dia mengaku, menghormati lembaga kepolisian dengan mendatangi langsung saat menyampaikan laporannya. Ia lalu memamerkan secarik kertas bukti laporannya kepada awak media.

Laporan yang teregister dengan nomor: STTL/361/IX/2021/BARESKRIM mempersangkakan Egi dan Miftah dengan Pasal 45 Ayat 3 Juncto Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP.

Berita Terkait : Moeldoko: Saya Sudah Sabar

Sebelum lapor ke Bareskrim, Moeldoko lewat kuasa hukumnya, Otto Hasibuan sudah melayangkan somasi sejak 29 Juli lalu. Ketika itu, aktivis ICW diberi waktu 1x24 jam untuk membuktikannya. Akan tetapi somasi itu disebut bertepuk sebelah tangan. ICW ketika itu beralasan karena belum menerima somasi secara tertulis.
 Selanjutnya