Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Jangan Terbalik, Tes PCR Harusnya Lebih Banyak Ketimbang Antigen
Senin, 13 September 2021 10:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS Solo, Dr. Tonang Dwi Ardyanto menyampaikan kritik dan pandangannya terhadap situasi Covid saat ini. Terutama dari sisi testing dan tracing, yang masih harus terus digenjot.
"Jumlah tes yang terlaporkan kemarin adalah 124 ribu. Sebanyak 37 ribu di antaranya tes PCR. Sisanya yang berjumlah 87 ribu adalah tes antigen. Ini terbalik. Seharusnya, sebagian besar PCR. Antigen hanya untuk melengkapi," kata Tonang via laman Facebook-nya, Senin (13/9).
Dari 37 ribu PCR secara nasional itu, sebanyak 53 persen atau 19,5 ribu testing dilakukan di DKI. Artinya, yang 17,5 ribu itu terbagi pada 33 propinsi lainnya.
Baca juga : Perpusnas Bakal Gelar Gemilang Award 2021
Gambaran ini mendekati rata-rata harian selama ini. Sering terjadi, sekitar 1/3 sampai 1/2 jumlah tes PCR itu ada di DKI. Apalagi, setelah semakin marak penggunaan tes antigen.
Di DKI, sesuai aturan zona A dari Kementerian Kesehatan, setiap hasil antigen harus dikonfirmasi dengan PCR.
Dalam sepekan terakhir, jumlah tes di DKI mencapai 10 kali lipat standar WHO.
Baca juga : Vaksinasi Di Desa Banyak Tantangannya
Angka positivity rate di DKI dalam sepekan terakhir adalah 1,8 persen. Sementara angka positivity rate nasional, mencapai 10,4 persen.
"Secara statistik, laporan 1,8 persen lebih realiable atau bisa diandalkan, karena berbasis kapasitas testing yang mencukupi. Namun untuk positivity rate nasional, perlu dikaji benar dan hati-hati dimaknai," tutur Tonang.
Tonang juga menyampaikan beberapa catatan, terkait capaian DKI. Pertama, yang dites tidak hanya warga DKI.
Baca juga : Lapas Tangerang Terbakar, Bamsoet: Ini Alarm Untuk Segera Lakukan Pembenahan
"Bila kita anggap bahwa total yang beraktivitas di Jakarta adalah 2 kali lipat jumlah pemegang KTP Jakarta, maka kapasitas testing PCR di Jakarta masih 5 kali lipat standar WHO. Bahkan, seandainya 3 kali lipat pun jumlahnya, masih tercapai 3,3 kali standar WHO. Murni PCR, tanpa menyertakan tes antigen," papar Tonang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya