Dewan Pers

Dark/Light Mode

Minta Anak Buahnya Lebih Humanis, Kapolri Banjir Pujian Netizen

Kamis, 16 September 2021 22:16 WIB
Seorang Polwan memakaikan masker kepada pengendara yang melintas di Trenggalek, Jatim. Dalam telegram teranyar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merintahkan anak buahnya lebih humanis saat menghadapi masyarakat. (Foto: Twitter @1trenggalek)
Seorang Polwan memakaikan masker kepada pengendara yang melintas di Trenggalek, Jatim. Dalam telegram teranyar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merintahkan anak buahnya lebih humanis saat menghadapi masyarakat. (Foto: Twitter @1trenggalek)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyambut baik telegram Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dalam telegramnya, Jenderal Listyo Sigit merintahkan anak buahnya lebih humanis saat menghadapi masyarakat. Perintah itu dituangkan dalam telegram yang diterbitkan 15 September 2021 lalu.

Hinca berharap, anak buah Jenderal Listyo Sigit dan jajaran kepolisian di daerah benar-benar melaksanakannya.

"Pak Kapolri sudah benar itu. Marilah humanis karena masyarakat ingin suaranya didengar apalagi urusan perut pandemi ini," ujar Hinca dalam keterangannya, Kamis (16/9).

Berita Terkait : Terbitkan Telegram, Kapolri Minta Anak Buahnya Tak Reaktif Hadapi Rakyat

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga mengacungkan jempol. Komisioner Kompolnas Poengky Indarti berharap telegram ini bisa memberi pemahaman kepada polisi mana tindakan yang membahayakan presiden atau VVIP, dan mana tindakan yang merupakan wujud kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat.

"Kompolnas menyambut baik dikeluarkannya Surat Telegram Kapolri," kata Poengky.

Netizen di media sosial Twitter pun ramai-ramai memuji langkah Jenderal Listyo Sigit. "Mantap jenderal," tulis @agusna86. "Mantab sekali bapak," timpal @cah_nakal22.

Berita Terkait : Motivasi Anak Bermasalah Hukum, Risma: Bilang, Kalian Anak Ibu!

Mantan Wali Kota Yogyakarta @herry_zudianto yakin, telegram Kapolri tersebut dapat mengubah wajah kepolisian menjadi lebih humanis bagi rakyat.

"Semoga bisa dimaknai dengan hati nurani oleh seluruh jajaran POLRI yang mendapat amanah tugas sebagai Pengayom Masyarakat. Insya Allah," harapnya. "Polisi harus humanis dan tidak reaktif," timpal akun @1802_kimmi.

Senada, akun @RidwanMarpaung5 juga mendukung telegram yang dilayangkan oleh Kapolri itu. "Betul Pak Kapolri, Polri jangan terlalu galak sama rakyat yang ingin menyampaikan aspirasi ke Presidennya. Yang penting Presiden tidak dalam keadaan bahaya, itu yang penting diamati aparat dan Polri," sarannya.

Berita Terkait : Dua Mantan Anak Buah Juliari Hadapi Sidang Putusan Kasus Suap Bansos

Akun @Artanerry menduga, sikap represif di lapangan itu terjadi karena ada aparat yang caper kepingin naik pangkat. "Banyak kroco-kroco lebay pingin unjuk gigi naik pangkat," duganya.

Sementara  tweeps @Masigit17 berharap telegram itu tidak jadi pemanis saja. Sikap humanis yang diperintahkan oleh Kapolri itu benar-benar terimplementasi secara nyata di lapangan. "Semoga bukan sekadar lips services," harapnya. [SAR]