Dewan Pers

Dark/Light Mode

Positivity Rate Enam Provinsi Masih Tinggi

Jangan Fokus Di Jawa-Bali, Daerah Diurusi Juga Dong

Sabtu, 18 September 2021 06:15 WIB
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Dewi Nur Aisyah. (Foto: Istimewa).
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Dewi Nur Aisyah. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Netizen pun sedih melihat, masih ada provinsi dengan positivity rate tinggi. Pemerintah Daerah (pemda) diminta segera menggenjot vaksinasi dan testing agar positivity rate bisa ditekan.

Akun @ketumbar.gongseng mengaku tidak bisa menyembunyikan kesedihannya melihat data positivity rate enam daerah tersebut. Khususnya Aceh, yang dinilai tidak peka terhadap penanganan Covid-19. “Sedihnya, makin ke sini bukannya makin sadar prokes, tapi makin abai,” ujarnya.

“Aceh jangan ditanya, vaksin saja nggak mau,” kata @gilgatri4. “Sedih liat positivity rate tinggi. Padahal pandemi sudah lama, masyarakat juga harusnya paham gimana pencegahan Covid,” tambah @Setan666x.

Berita Terkait : Tracing Jangan Dikendorkan

Akun @gecikkk mengatakan, masih tingginya positivity rate adalah bukti Pemerintah Daerah gagal menangani Covid-19. Kata dia, Pemerintah Daerah perlu bantuan penanganan dari Pemerintah Pusat. “Positivity rate tinggi berarti daerah malas bikin test,” kata @mas_bintang. “Daerah nggak niat test,” sambung @aik_arif.

Akun @randyakm_ menyoroti tingginya positivity rate di Kaltara alias Kalimantan Utara. Menurutnya, tingginya positivity rate di Kaltara karena jumlah penduduknya sedikit.

“Bisa jadi 11 persennya Kaltara sama dengan berapa persennya daerah lain yang penduduknya lebih banyak dari Kaltara,” tuturnya.

Berita Terkait : Virus Corona Kategori VoC Atau VoI Kudu Diwaspadai

Akun @indra_plontos mengaku kesulitan mendapatkan vaksin Covid-19 di Kalimantan Utara. Kata dia, jangankan vaksin dosis 2, vaksin dosis 1 saja susahnya setengah mati mendapatkannya. “Awas, Kalimantan Utara, virus bisa jadi datangnya dari negara tetangga,” kata @luuuk_d.

Menurut @abel.patrecea, masih tingginya positivity rate di beberapa daerah sesuai predik­sinya tahun lalu. Tahun ini, kasus Covid yang makin parah melanda luar Pulau Jawa karena dampaknya baru muncul pasca penyebaran dari Jabodetabek.

“Benar nih. Ibaratnya tuh yang di Jawa su­dah hancur-hancuran kemarin, herd immunity sudah kebentuk sedikit banyak karena seleksi alam ditambah vaksin. Semoga semua daerah cepat turun deh positivity rate-nya,” sambung @juned_af. [ASI]