Dewan Pers

Dark/Light Mode

Positivity Rate Enam Provinsi Masih Tinggi

Jangan Fokus Di Jawa-Bali, Daerah Diurusi Juga Dong

Sabtu, 18 September 2021 06:15 WIB
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Dewi Nur Aisyah. (Foto: Istimewa).
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Dewi Nur Aisyah. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Laju penularan atau positivity rate Covid-19 secara nasional dalam dua pekan terakhir memperlihatkan penurunan. Sayangnya, masih ada enam provinsi di luar Jawa-Bali dengan angka positivity rate di atas 5 persen.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Dewi Nur Aisyah membeberkan, keenam provinsi dengan angka positivity rate di atas 5 persen tersebut. Yakni Kalimantan Barat (5,69 persen), Kepulauan Bangka Belitung (7,93 persen), Sulawesi Tengah (7,3 persen), Aceh (11,74 persen), Kalimantan Utara (12,5 persen), dan Sulawesi Barat (7,95 persen).

“Ini yang mungkin memang harus dikejar lagi agar angka positivity rate juga bisa menurun di wilayah tersebut,” katanya.

Berita Terkait : Tracing Jangan Dikendorkan

Dewi mengakui, positivity rate sangat tergantung dari jumlah testing. Untuk Indonesia, kata dia, seluruh provinsi telah melakukan jumlah testing mingguan sesuai standar World Health Organization (WHO). “Yakni 1 banding 1.000 penduduk per minggu,” tuturnya.

Dewi mengatakan, Jawa Timur (Jatim) menjadi provinsi yang melakukan tes Covid- 19 paling banyak, sekitar 287 ribu dalam se­pekan terakhir. Positivity rate di Jawa Timur saat ini tercatat 1,94 persen.

Kemudian diikuti DKI Jakarta dengan 258 ribu testing dalam sepekan. Positivity rate di Jakarta sebesar 0,8 persen. Lalu, Jawa Barat sebanyak 212 ribu testing dalam seminggu dengan positivity rate 1,87 persen.

Berita Terkait : Virus Corona Kategori VoC Atau VoI Kudu Diwaspadai

“Sementara Jawa Tengah sekitar 99 ribu testing per pekan dan positivity rate 4,02 persen. Kemudian Sumatera Utara 60 ribu testing dalam seminggu dan positivity rate 4,45 persen. So far progresnya sudah sangat baik,” ujar Dewi.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito meminta provinsi dengan angka positivity rate tinggi berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. Terutama, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait sinkronisasi data dan memastikan data sesuai pencatatan di daerah.

“Jumlah pemeriksaan juga perlu ditingkatkan. Positivity rate tinggi disebabkan rendahnya jumlah testing. Upayakan agar dapat mencapai standar WHO yaitu 1:1.000 populasi per minggu,” ujar Wiku.

Berita Terkait : Tuntasin Vaksinasi Dosis 2 Dulu

Adapun upaya lain, adalah meningkatkan pengawasan protokol kesehatan (prokes) dan pengaturan kegiatan sosial-ekonomi di masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menekan jumlah kasus positif.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, positivity rate Covid-19 secara nasional mencapai 4 persen dalam sepekan terakhir. Angka tersebut di bawah standar yang ditetapkan WHO, yaitu 5 persen.

“Meski memang masih ada provinsi yang masih memiliki angka positivity rate lebih dari 5 persen,” kata Nadia.
 Selanjutnya