Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ustad Ditembak, Ustad Diserang
Fadli Ingat Teror PKI Jelang G30S
Selasa, 21 September 2021 07:30 WIB
Sebelumnya
“Alhamdulillah di tangan, bukan di leher,” ucap Almarhum Syekh Ali, kala itu.
Tiga hari sebelum Syekh Ali ditusuk, yakni 11 September 2020, Ketua Masjid Nurul Iman, Sumatera Selatan yakni Muhammad Arif dibacok saat shalat berjamaah hingga meninggal dunia. Tapi pelakunya adalah bendaharanya sendiri, yakni Meyudin. Pasalnya, gegara kunci kotak amal.
Memang, tidak semua kasus penyerangan ustad terjadi di bulan September. Penyerangan imam besar Masjid Baiturrahman, Banda Aceh terjadi di bulan Februari. Tepatnya 10 Februari 2018.
Baca juga : Petani Diminta Bisa Beradaptasi Dengan Perubahan Iklim
Politisi Gerindra Fadli Zon, ikut merespons peristiwa penyerangan ustad ini. Pertama, usai penembakan ustad di Tangerang. Fadli menyampaikan ucapan duka cita di akun Instagramnya. Seraya mendoakan ustad yang meninggal ditembak itu mendapat tempat terbaik di sisi Allah.
Namun, peristiwa ini malah membuatnya teringat sejarah kelam, teror sepihak PKI jelang 30 September 1965. “Teror ini mengingatkan kita seperti aksi-aksi sepihak PKI jelang G30S/PKI 1965,” tulisnya di akun Instagram @fadlizon.
Tadi malam ia menulis lagi. Ia merespons cuitan akun @ferizandra di Twitter. “Aneh... Kata polisi, pelaku penyerangan ustad adalah orang gila. Terus yang bersangkutan akan dimintai keterangan oleh polisi...?!” cuit akun tersebut.
Baca juga : Cetak Rekor, Pilot Asal Italia Terbangkan Pesawat Lewat Terowongan
Fadli kemudian membalasnya di Instagram. “Pelaku penyerangan dan teror terhadap Ustadz atau Imam atau simbol-simbol Islam sering dilabel “orang gila”. Sementara kalau ada serangan terhadap simbol-simbol agama lain langsung dicap “teroris”. Lalu “orang gila” bisa diinterogasi dimintai keterangan?” tanya dia balik.
Sejumlah sejarah yang dikontak tadi malam enggan merespons fenomena penyerangan ustad ini. Apalagi jika dikaitkan dengan sejarah G30S/PKI yang sempat dilontarkan Fadli Zon.
Sebagian beralasan, isu penyerangan ustad, apalagi dikorelasikan dengan G30S/PKI adalah isu sensitif. Banyak saksi sejarahnya masih hidup.
Baca juga : Berkas Dilimpahkan, Eks Bupati Talaud Segera Disidang Di Pengadilan Tipikor Manado
Tapi, dalam konteks sejarah Islam, Mawardi Usman memang membenarkan adanya kalender perang dan larangan perang. Ia menduga kalender yang sama juga berlaku dalam paham atau kelompok yang yang lain. “Jadi harus dipelajari, agar lebih berhati-hati,” ujarnya singkat. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya