Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lalu Lintas, Karakter Dan Peradaban

Rabu, 22 September 2021 00:07 WIB
Raihan Argya Singgamata. (Foto: ist)
Raihan Argya Singgamata. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari ini, 22 September 2021 merupakan Hari Polisi Lalu Lintas yang ke-66. Lalu lintas masih terus menjadi diskursus utama yang terus hangat untuk didiskusikan dan berbagai permasalahan terkait lalu lintas seperti datang silih berganti. Semakin tingginya volume kendaraan di jalan raya, utamanya di perkotaan, merupakan satu dari sekian banyak faktor yang melatarbelakangi banyaknya permasalahan lalu lintas.

Tidak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi sebagai wujud trend revolusi industri 4.0  tidak hanya memunculkan solusi mutakhir, namun juga menimbulkan berbagai persoalan. Sehingga, menanggapi realita tersebut, dari waktu ke waktu, kajian terhadap lalu lintas semakin komprehensif, multidisipliner dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat guna melahirkan berbagai kebijakan yang compatible dan on-target. 

Kajian yang dihasilkan nantinya merupakan medium untuk mendapatkan solusi atas persoalan lalu lintas. Dalam memandang persoalan lalu lintas, penting untuk dipahami bahwa lalu lintas bukan sekedar tugas anggota polisi untuk mencegah terjadinya kemacetan atau kecelakaan di jalan raya saja. Lalu lintas harus dipandang sebagai suatu sarana untuk mencapai suatu tujuan, membangun karakter masyarakat dan memajukan suatu peradaban.

Berita Terkait : Jokowi Minta Vaksinasi Pelajar Di Banten Segera Dituntaskan

Sebagai contoh, Singapura merupakan contoh konkret bagaimana lalu lintas dijadikan sebagai suatu sarana membentuk karakter masyarakat dan memajukan peradaban. Bagaimana tidak, para pengendara di Singapura begitu tertib dan disiplin dalam berkendara di jalan raya dan mentalitas semacam itu menjadikan masyarakat Singapura menjadi pribadi yang tertib dan disiplin dalam berbagai hal. 

Untuk Indonesia sendiri, jawaban atas tujuan membangun karakter masyarakat dan memajukan peradaban dengan menggunakan lalu lintas sebagai sarananya, dapat ditemukan dalam makna yang terkandung dalam lambang polisi lalu lintas. Dalam lambang polisi lalu lintas terdapat 3 buah bintang yang terletak pada bagian atas dengan makna yang terkandung di dalamnya adalah gambaran simbol lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan, cermin budaya dan cermin tingkat modernitas.

Membangun Karakter Masyarakat, Memajukan Peradaban

Berita Terkait : Maria Liman, Suporter Terseksi

Guna terwujudnya pembangunan karakter masyarakat serta memajukan peradaban dengan menempatkan lalu lintas sebagai sarananya, maka diperlukan pemaknaan secara filosofis dan menjadikan makna yang terkandung dalam lambang polisi lalu lintas sebagai acuan dalam berlalu lintas.

Pertama, layaknya sebuah urat nadi yang berada di dalam tubuh manusia kehidupan juga menempatkan lalu lintas sebagai urat nadinya. Masyarakat tentu saja sangat memahami bahwa lalu lintas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan berarti menempatkan lalu lintas sebagai sarana utama dalam mobilitas yang dilakukan masyarakat sehari-hari. 

Berbagai mobilitas yang terjadi di masyarakat merupakan langkah awal bagi timbulnya berbagai kegiatan masyarakat yang kontributif dan produktif bagi kemajuan suatu negara. Permasalahan lalu lintas yang berada di jalan seperti kecelakaan dan kemacetan bisa menjadi penghalang bagi keberlangsungan mobilitas masyarakat. 

Berita Terkait : Soal Calon Panglima TNI, Ini Harapan Puan

Sehingga, guna mengentaskan berbagai penghalang yang mengadang sarana mobilitas masyarakat, terwujudnya situasi aman, selamat, tertib dan lancar dalam berlalu lintas harus dipandang sebagai suatu urgensi dan patut menjadi concern bagi para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat.

Kedua, mengutip pernyataan Presiden ke-42 Amerika Serikat, Bill Clinton bahwa apabila ingin melihat tingkat kemajuan peradaban suatu masyarakat maka lihatlah bagaimana perilaku berlalu lintas masyarakat di suatu tempat. Menanggapi statement tersebut, maka lalu lintas memainkan peran yang sangat fundamental dalam melihat tingkat kemajauan peradaban suatu bangsa.
 Selanjutnya