Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Setelah Ustad Ditembak Dan Diserang
Muhammadiyah Dan NU Turunkan Jagoan Silat
Rabu, 22 September 2021 07:40 WIB
Sebelumnya
Sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini meyakini, aparat keamanan yaitu polisi bisa menjalankan tugasnya dengan baik dalam melindungi masyarakat.
“PBNU mempercayakan pada aparat keamanan, untuk menjalankan tugasnya dalam melindungi masyarakat, menegakkan hukum dan menjamin rasa aman di tengah masyarakat,” sambungnya.
Namun demikian, bukan berarti para jagoan NU diam-diam saja. Ormas Islam terbesar di Indonesia ini juga punya satuan khusus untuk mengamankan para Kyai. Salah satunya Pagar Nusa.
Baca juga : Fadli Ingat Teror PKI Jelang G30S
Ketua Umumnya, Muchamad Nabil Haroen bilang, mereka sudah siap siaga sejak lama. Ia memastikan, Pagar Nusa sudah dibekali keahlian khusus bela diri yang mumpuni. Selain Pagar Nusa, NU kata Gus Nabil juga punya Banser dengan keahlian mengelola resiko keamanan yang cakap.
“Nah, sudah sejak lama Pagar Nusa dan Banser mengawal kiai-kiai, ulama di lingkungan pesantren dan NU. Bukan hanya sekarang saja, tapi sudah sejak awal dibentuknya Pagar Nusa, Ansor atau Banser itu juga memiliki tugas itu,” kata Gus Nabil, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, perguruan silat yang dipimpinnya itu punya komitmen kuat untuk menjaga NKRI dan Islam Indonesia yang moderat-rahmatan lil alamin.
“Kami punya misi dan tujuan untuk bersama-sama menjaga perdamaian, dan itu sudah terbukti selama hampir seratus tahun berdirinya Nahdlatul Ulama ini,” tutup orang dekat Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj ini.
Keamanan para ulama atau ustad kini jadi perhatian setelah kerap jadi sasaran penyerangan. Bulan ini saja, setidaknya ada 3 kasus. Pertama, penyerangan Ustad Idris saat sedang mengimami shalat Maghrib di Masjid Nurul Ikhlas, Cilegon, Banten, Senin (6/9) lalu. Kedua, Ustad Alex yang tewas ditembak di depan rumahnya usai pulang shalat Maghrib, Sabtu (18/9) lalu. Dan yang terbaru, penyerangan Ustad Abu Syahid Chaniago saat tengah menyampaikan ceramah di Masjid Baitusysyakur, Jodoh, Batam, Kepulauan Riau, Senin (20/9) siang.
Tidak cuma tahun ini, serangan yang menyasar para ustad dan ulama ini juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya, Syek Ali Jaber saat sedang ceramah di Lampung. Penyerangnya berhasil menembus ke panggung menancapkan pisau ke tangan imam Masjidil Haram itu, hingga patah. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya