Dark/Light Mode

Bang Yos (Eks Kepala BIN) Bicara Penembakan Ustad

Jangan Buru-buru Disimpulkan Gila

Sabtu, 25 September 2021 07:40 WIB
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI (Purn) Sutiyoso. (Foto: Antara)
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI (Purn) Sutiyoso. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Pelaku yang sempat diduga mengalami gangguan jiwa itu adalah penyerang Abu Syahid Chaniago, di Batam. Saat ceramah di Masjid Baitus Syakur, Senin (20/9), ustad tersebut diserang tiba-tiba dari arah kanan. Beruntung, Ustad Chaniago cepat menjauh dan pelaku berhasil diamankan para jamaah.

Kabid Humas Polda Kepulauan Riau, Kombes Harry Golden Hart menjelaskan, pelaku yang mengaku komunis itu, pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa, 3 tahun lalu dan sempat melarikan diri.

Baca juga : Dongkrak Prestasi, Kemenpora Gelar Lokakarya Pemanfaatan Biomekanik Olahraga

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menambahkan, pelaku tidak dapat diproses hukum karena mengalami gangguan mental. Sebab, dari rangkaian pemeriksaan terhadap pelaku, saksi-saksi dan pihak keluarga, diketahui dia adalah pasien RSJ Banda Aceh. Sementara ini, pihak Kepolisian mengembalikan pelaku ke keluarga untuk dilakukan perawatan.

"Di dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), diatur bahwa orang-orang dengan gangguan jiwa, atau kita bilang orang nggak waras, ataupun orang gila, memang tidak bisa diproses hukum,” kata Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Baca juga : TNI Dan Polri Kembali Baku Tembak Dengan KKB Di Kiwirok Papua

Ramadhan menambahkan, kewenangan untuk melanjutkan ataupun menghentikan kasus penyerangan tersebut, ada pada kepolisian yang memegang wilayah tempat kejadian. “Memang kalau seandainya nanti dipastikan yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa, sesuai Undang-Undang kasus harus dihentikan,” ujarnya.

Sementara, pengamat intelijen Soleman B Ponto yakin, rentetan peristiwa penyerangan ustad ini tidak ada yang merencanakan. Apalagi ada skenario besar di balik penyerangan itu. "Kalau menurut saya, itu individual sporadis saja," kata Soleman, ketika dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Bantu Masyarakat Di Masa Pandemi, Karyawan Juansha Parfum Sisihkan Gaji

Lalu, kenapa para ustad yang diserang? Menurutnya, ustad adalah salah satu sosok yang dikenal. Sehingga sering menjadi sasaran orang yang sedang mengalami gangguan jiwa.

Karena itu, ia berpesan agar publik figur atau sosok yang dikenal banyak orang untuk lebih berhati-hati. "Kan semakin tinggi pohon, semakin kuat angin bertiup. Harus semakin hati-hati. Karena belum tentu orang itu waras. Dan biasanya yang disasar itu orang yang dikenal," pungkasnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.