Dark/Light Mode

Pemerintah Kudu Cegah Varian R.1

Masyarakat Cemas, Kasus Covid Bisa Melonjak Lagi...

Selasa, 28 September 2021 06:20 WIB
Ilustrasi Virus Corona. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Foto: Pixabay)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemunculan varian baru Covid-19 bernama R.1 di tengah dominasi varian Delta perlu diwaspadai. Upaya itu dilakukan agar tidak kembali terjadi lonjakan kasus.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyatakan, varian R.1 terbilang berbahaya. Varian ini memiliki daya infeksi yang lebih tinggi daripada varian lain. Hanya saja, seberapa cepat varian R.1 dapat menginfeksi, hingga kini masih dalam penelitian.

“Adanya fakta bahwa varian R.1 juga terus menyebar di tengah dominasi Delta tentu menunjukkan ada potensi kecepatan dari varian ini,” ungkapnya.

Baca juga : Pakai Masker Yang Bener, Jangan Di Bawah Dagu Ya

Dicky menjelaskan, varian R.1 memiliki 5 mutasi yang juga terdapat pada varian-varian Corona lain. Khususnya, varian Corona yang masuk ke dalam kategori Varian of Concern (VoC). Sehingga, meski belum menyebar luas seperti Delta, varian R.1 tetap berpotensi berbahaya.

“Umumnya, mutasi yang menyebabkan varian masuk VoC itu bisa cepat menular, menyebabkan keparahan, menurunkan secara bermakna efikasi antibodinya. Ini yang harus jadi catatan,” Dicky, mengingatkan.

Karena itu, Dicky menekankan, varian baru virus Corona masih akan terus bermunculan hingga 2022. Bahkan, bisa saja varian tersebut lebih ganas dari varian-varian virus asal Wuhan, China, sebelumnya.

Baca juga : Warganet Kangen Nonton Konser

“Karena itu, tetap patuhi protokol keseha­tan (prokes) secara ketat di berbagai tempat. Misi 3T, yakni tracing, testing dan treat­ment tidak boleh kendor,” tuturnya.

Sampai sekarang, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) belum mengategorikan varian R.1 masuk ke dalam VoC maupun Variant of Interest (VoI). Varian R.1 masih masuk dalam kategori vari­ant under monitoring.

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan, mutasi Covid-19 R.1 belum teridentifikasi di Indonesia.

Baca juga : Amit-amit Jabang Bayi, Semoga Tidak Terjadi Gelombang Ketiga

Pemerintah, kata dia, terus berupaya mengawasi pintu masuk udara dan laut untuk meminimalkan persebaran varian-varian baru ke Indonesia.

“Pemeriksaan Whole Genome Sequence (WGS) juga diperkuat guna lekas mengidentifikasi varian baru,” kata Nadia.

Netizen meminta pemerintah bergerak cepat mengantisipasi kemungkinan masuknya varian R.1. Masyarakat juga harus bekerja sama dan selalu kompak menerapkan protokol kesehatan (prokes). Potensi penyebaran Covid-19 harus dibatasi supaya tidak meluas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.