Dewan Pers

Dark/Light Mode

Amit-amit Jabang Bayi, Semoga Tidak Terjadi Gelombang Ketiga

Rabu, 22 September 2021 06:20 WIB
Gelombang ketiga virus corona di Indonesia diprediksi pada bulan Desember. (Foto: Pixabay).
Gelombang ketiga virus corona di Indonesia diprediksi pada bulan Desember. (Foto: Pixabay).

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia diprediksi bakal memasuki puncak ketiga Covid-19 atau third wave pada Desember 2021.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, gelombang ketiga Covid-19 sangat mungkin terjadi. Soalnya, mayoritas masyarakat Indonesia belum mempunyai imunitas untuk melawan virus.

“80 persen masyarakat masih rawan karena belum mendapat vaksin,” kata Dicky.

Berita Terkait : Divaksin Covid? Ngapain Takut

Selain soal vaksinasi, kata Dicky, adanya varian-varian baru Covid-19 juga sangat potensial memunculkan gelombang ketiga. Dia menegaskan, tidak ada negara yang bisa lepas dari gelombang ketiga meski vaksi­nasinya sudah lebih dari 60 persen. “Sulit (menghindari). Ini yang harus dipahami,” kata Dicky.

Dia menjelaskan, potensi gelombang ke­tiga Covid-19 bersifat dinamis. Gelombang ketiga yang sebelumnya diprediksi ter­jadi Oktober mundur ke Desember. Pada Desember pun, gelombangnya tak separah Gelombang kedua.

“Menurun juga, merendah, nggak sebesar seperti prediksi sebelumnya,” tutur Dicky.

Berita Terkait : Belum Bahaya, Sudah Bikin Merinding

Tri Yunis Miko, epidemiolog Universitas Indonesia (UI) memprediksi, gelombang ke­tiga Covid-19 bakal terjadi dengan prasyarat. Yaitu, jika capaian vaksinasi Covid-19 tidak sampai 50 persen akhir tahun 2021.

“Prediksi Desember-Januari kemungkinan puncak ketiganya,” kata Miko.

Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo juga sama. Kata dia, gelombang ketiga Covid-19 berpotensi ter­jadi seiring dengan pelonggaran yang diter­apkan pemerintah dan mobilitas masyarakat yang meningkat. Ditambah, testing dan trac­ing yang semakin kendor.

Berita Terkait : Jangan Fokus Di Jawa-Bali, Daerah Diurusi Juga Dong

“Makanya prasyarat itu harus dilakukan. Prasyaratnya adalah surveillance, itu kata kunci. First finding penemuan kasus melalui testing dan tracing itu kata kunci itu yang utama,” kata Windhu.

Sebelumnya, pemerintah mulai mewaspa­dai gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia. Kekhawatiran ini dikarenakan beberapa neg­ara di dunia mulai mengalami lonjakan kasus saat Covid-19 kembali. Indonesia mengalami tren perbaikan.
 Selanjutnya