Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Novel Baswedan juga mengaku, 57 pegawai KPK masih mendiskusikan ajakan Kapolri untuk menjadi PNS di Polri. Kata dia, masih ada sejumlah informasi yang diperlukan pegawai untuk mengambil keputusan. “Contoh, ketika dikatakan menjadi ASN, tentunya tahapannya seperti apa?” ucap sepupu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tersebut.
Dari pihak Mabes Polri menyatakan, undangan pertemuan dengan 57 mantan pegawai KPK akan dijadwalkan usai Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, Irjen Wahyu Widada, selesai berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Setelah ini selesai dilakukan, tentunya nanti akan mengundang teman-teman dari mantan pegawai KPK ini," terang Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, kemarin.
Argo memastikan, perekrutan mantan pegawai KPK untuk menjadi ASN Polri di Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim bukan jebakan. "Lihat saat Bapak Kapolri menyampaikan konferensi pers berkaitan dengan teman-teman KPK. Dengan mimik yang fresh, yang kemudian serius, dan tentunya ada kelihatan sekali beliau ini memberikan harapan kepada mereka. Jadi ini, bukan jebakan, Polri tidak ada jebakan," terangnya.
Justru, kata dia, Kapolri sangat berharap mereka bisa bergabung di Korps Bhayangkara. "Intinya bahwa polisi serius. Karena dengan kebutuhan organisasi dan rekam jejak yang baik itu, Polri membutuhkan seperti ini," tekan mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.
Dengan sudah terbukanya 57 mantan pegawai KPK itu, pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menyarankan Kapolri untuk segera mengirimkan undangan resmi.
Baca juga : Rekrut Novel Cs, Kapolri Dipuji Mahasiswa
Kepada Novel Cs, dia mengimbau tidak gengsi menerima undangan tersebut. "Undangannya dihadiri saja. Tapi, sebelumnya 57 pegawai KPK itu perlu menjelaskan tentang motivasi dalam berproses menjadi ASN, yaitu untuk memberantas korupsi atau untuk bekerja," ujar Suparji, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.