Dark/Light Mode

Hasil Survei Lembaga Kredibel

Rakyat Tak Percaya Hantu PKI Bakal Bangun Dari Kuburnya

Sabtu, 2 Oktober 2021 07:40 WIB
Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad menerangkan hasil survei terkait persepsi publik terhadap Pancasila secara virtual, Jumat (1/10/2021). (Foto: Istimewa)
Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad menerangkan hasil survei terkait persepsi publik terhadap Pancasila secara virtual, Jumat (1/10/2021). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Dari populasi itu dipilih secara random sebanyak 1.220 responden dengan responden yang dapat diwawancarai secara valid, sebesar 981 atau 80 persen. Waktu wawancara di lapangan sendiri dilakukan pada 15-21 September 2021.

Pada survei ini terdapat Margin of error dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar kurang lebih 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, atau asumsi simple random sampling.

Peneliti bidang Sejarah dan Politik LIPI, Asvi Warman Adam yang juga hadir dalam rilis survei SMRC ini, menekankan, kebangkitan PKI tidak mungkin terjadi. Masyarakat dimintanya tak khawatir.

Baca juga : Hasil Patroli TNI AL Hari Ini: Tak Ada Ribuan Kapal Asing Di Laut Natuna Utara

“Itu kan omong kosong kebangkitan PKI. Karena organisasi ini sudah dilarang sejak 1966,” ujar Asvi.

Menurut dia, ideologi komunis sendiri sudah tidak relevan dengan kondisi dunia saat ini. “Jadi, sangat mustahil dan tidak masuk akal kalau organisasi ini akan bangkit,” terangnya.

Artinya, kata dia, tidak ada ruang sama sekali bagi PKI untuk hidup. Apalagi, di era reformasi TAP MPRS 25/1966 tentang larangan ajaran marxisme, komunisme dan seterusnya, masih berlaku. “Tidak ada fakta yang bisa berdiri adanya ideologi komunis. Jadi sepanjang Orba sampai era reformasi pun tidak ada sedikitpun ruang untuk PKI,” tukas dia.

Baca juga : Prabowo Capres Idola Rakyat

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie berpendapat, terdapat aspek kemungkinan bangkitnya PKI di Bumi Pertiwi. Apalagi, mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo juga sudah mewanti-wanti terkait kebangkitan PKI gaya baru.

“Karena komunis pernah ada, jadi kapan pun dia bisa muncul lagi. Atau bahasa lain comunism reborn atau kelahiran kembali. Walau PKI-nya sudah mati, tapi ideologi mereka tetap hidup,” jelas Jerry kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia memaparkan, saat ini paham PKI tak seperti di era 70-an. Sejak tembok Berlin runtuh, atau bersatunya Jerman Barat dan Timur di tahun 90-an, dan pecahnya Uni Soviet, maka ideologi komunis mulai luntur. Saat ini, tinggal berapa negara menganut paham komunis seperti Kuba, China, Korea Utara, Laos, dan Vietnam. “Tinggal mereka yang bertahan,” imbuh dia.

Baca juga : Lengah Sebentar Saja, Negara Maju Pun Langsung Menderita

Untuk mematikan paham dan ideologi komunis tidak tumbuh, dia menyarankan, perkuat cinta NKRI dan perkokoh semangat kebhinekaan. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.