Dark/Light Mode

Waspada Libur Panjang Nataru, Ingat Tragedi Juli!

Senin, 11 Oktober 2021 08:00 WIB
Ilustrasi penumpukan massa saat liburan. (Foto: ANTARA FOTO).
Ilustrasi penumpukan massa saat liburan. (Foto: ANTARA FOTO).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kurang dari tiga bulan lagi libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menjadi kebiasaan, seolah tradisi, di musim libur panjang ini mobilitas masyarakat meningkat. Pengalaman juga, libur panjang selalu berujung melonjaknya kasus Covid-19.

Pandemictalks mengingatkan kembali peristiwa horor, di mana Indonesia kewalahan menangani pasien Covid-19. Pandemitalks mengunggah meme dengan tagar #JanganLupakanJuli.

“Keadaan pandemi memang membaik, tapi kita #JanganLupaLonjakanJuli. Ingat, waktu itu lonjakan terjadi karena mobilitas tinggi dan varian-varian bermutasi! Sampai obat habis, oksigen habis, RS susah tempat tidur, nakes burn out,” ujarnya.

Baca juga : PKS: Waspadai Lonjakan Kasus Covid Singapura!

“Ayo tetap patuh prokes! Segera Vaksinasi! Indonesia bisa,” tambah pandemictalks.

Netizen setuju, Juli 2021 menjadi puncak penularan Covid-19 di Indonesia. Banyak dari mereka menceritakan pengalamannya sendiri, anggota keluarga, hingga tetangga terpapar penyakit asal Wuhan, China dan berujung kematian. Netizen meminta pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga untuk terus selalu waspada dan tidak lengah serta disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Bulan Juli bener-benar menakutkan dan gak pernah bisa tidur. Karena ada empat anggota keluargaku positif Covid-19 dengan gejala hilang penciuman dan maag akut,” ujar @BertaDwita.

Baca juga : Bank Sinarmas Luncurkan Kartu Kredit Virtual Visa

Senada, @chikaapriliyanty28 mengaku tidak akan pernah lupa dengan Juli. Pasalnya, dia terpapar Covid-19 hingga sekarat, karena tidak dapat rumah sakit dan oksigen. Satu bulan kemudian baru negatif. “Tapi sampai sekarang sering sesak napas dan lemas kalau kecapekan,” kenangnya.

Akun @wulandarisumaryo98 serupa. Dia akan selalu mengenang Juli. Dia kehilangan 6 kerabat dekat dalam 1 bulan dan banyak sahabat keluarga yang meninggal karena Covid-19. “Juli benar-benar banyak teman kantor, teman kuliah, tetangga di kompleks dan kampung halaman terkena virus Corona,” tambah @intancynthia.

Begitu pun dengan @trihariadin. Dia bilang, bulan Juli lebih intens. Banyak warga yang demam, tapi tidak melapor. Berita orang meninggal dari toa masjid tiap hari.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.