Dark/Light Mode

Jemaah Harus Disuntik Booster

Ibadah Umrah Jangan Dipolitisasi

Sabtu, 16 Oktober 2021 06:20 WIB
Ibadah umrah di masa pandemi. (Foto: REUTERS).
Ibadah umrah di masa pandemi. (Foto: REUTERS).

 Sebelumnya 
Juga, integrasi aplikasi Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) dengan aplikasi PeduliLindungi. Kedua hal tersebut dibahas bersama oleh Tim Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus, Sistem Informasi Haji dan Umrah (Sihdu), Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta tim Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Nur Arifin mengatakan, integrasi Siskopatuh dan PeduliLindungi diperlukan dalam rangka menyesuaikan dengan kebutuhan informasi data dalam sistem aplikasi yang dikembangkan Arab Saudi. “Saudi membutuhkan data jemaah umrah, baik yang terkait kesehatan maupun pemaketan layanan umrah,” ujar Nur Arifin.

Dia mengungkapkan, data Siskopatuh berisi informasi tentang penyelenggaraan ibadah umrah. Antara lain, nama jemaah, tanggal lahir, nomor paspor, PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah), dan paket layanan umrah.

Baca juga : Cegah Fraud, Wakil Jaksa Agung Minta Pengawasan Lembaga Keuangan Diperketat

Sedang data PeduliLindungi mencakup data kesehatan, khususnya vaksin dan hasil PCR. “Kedua sistem ini dalam proses integrasi agar bisa ditampilkan saat diakses melalui QR Code,” ujar Arifin.

Netizen sepakat persoalan umrah tidak boleh dipolitisasi. Apalagi saat ini sudah banyak jemaah umrah yang menunggu lama untuk diberangkatkan ke Makkah.

Akun @auvreywibowo mengatakan, politisasi booster hanya akan menghambat jemaah umrah yang sudah rindu ke Baitullah. Diharapkan, booster untuk jemaah umrah bisa segera dilaksanakan. “No booster, no umrah,” ujarnya.

Baca juga : Pemerintah Dukung Pengembangan Inovasi Keuangan Digital

“Berhenti mengkapitalisasi umrah untuk kepentingan politik, karena tidak akan berkah, tidak etis aktivitas ibadah dipolitisasi. Biarkan ritual ibadah menjadi domain hanya hamba dengan Tuhannya,” ungkap @mahbub_bdg.

Akun @sidneyJKT48 mengaku sudah tidak sabar untuk pergi umrah. Bahkan, dia sudah bertanya-tanya tempat booster terdekat. “Adakah yang tahu tempat vaksin booster di Bandung, buat berangkat umrah?” tanyanya.

“Bismillah, kalau bisa bulan Desember 2021 sudah bisa diberangkatkan umrahnya,” harap @avocabon23. “Kapan umrah dibuka? Sudah kangen curhat sama Allah. Pengen bisikin sesuatu, siapa tahu dikabulin,” ujar @dhyeraa.

Baca juga : Pembukaan Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Kemenhub Pastikan Kesiapan Fasilitas

Akun @FPolitik mengungkapkan, para mukimin (warga negara Indonesia) di Mekah sudah memberi informasi bahwa Masjidil Haram sedang berbenah untuk kembali membuka pelayanan haji dan umrah. “Jauh hari sebelum Menlu RI mengumumkan nota diplomatik dari Kerajaan Saudi Arabia,” katanya. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.