Dark/Light Mode

2 Tahun Memimpin

Jokowi-Amin Aman

Rabu, 20 Oktober 2021 07:40 WIB
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. (Foto: Antara/Akbar Nugroho)
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. (Foto: Antara/Akbar Nugroho)

 Sebelumnya 
“Beberapa kekurangan menjadi catatan yang harus terus diperbaiki,” kata Fadjroel, saat dikonfirmasi, kemarin.

Fadjroel mengatakan, dua tahun terakhir pemerintah menghadapi tantangan yang berat, yaitu Covid-19. Namun, seluruh elemen tetap bahu-membahu mendukung upaya pemerintah. “Terima kasih atas dukungan dan ketangguhan seluruh komponen masyarakat yang tumbuh dan bangkit bersama dalam dua tahun yang cukup sulit karena pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Baca juga : Mahfud MD: Presiden Jokowi Concern Beri Amnesti Korban UU ITE

Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, tantangan yang dihadapi pemerintah dalam dua tahun terakhir memang tidak mudah. Penuh dinamika dan turbulensi. Terutama persoalan pandemi Covid-19 yang menjadi persoalan berat yang menyita banyak perhatian dan anggaran. Kemudian dampak ikutannya, berupa spiral resesi dan peningkatan pengangguran, membuat kita prihatin.

“Namun, kita bersyukur, kondisi stabilitas politik terjaga dengan baik. Gotong royong skala besar yang merupakan implementasi nilai-nilai Pancasila benar-benar diresapi masyarakat luas,” kata Hendrawan, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : Menko Polhukam Kawal Presiden Jokowi Resmikan PLBN Sota

Kata dia, dua tahun ini memberi pelajaran berharga. Birokrasi pemerintah ternyata dalam banyak hal menjadi bagian dari masalah ketimbang bagian dari solusi. Karena itu, pembenahan birokrasi agar memiliki watak melayani dan cekatan, merupakan agenda penentu sekaligus salah satu pengubah permainan (game changer) 0ke depan.

“Bahkan boleh disederhanakan, efisiensi dan watak melayani birokrasi yang menjadi prasyarat bagi maju mundurnya bangsa ini di masa depan,” tuntasnya.

Baca juga : Mahfud MD Bantah  Pemerintah Jokowi Anti-Islam

Politisi PKS, Mardani Ali Sera mengakui kinerja pemerintah dalam penanganan Corona kian membaik. Namun, tidak bisa dipungkiri kekuatan fundamental ekonomi terkobankan cukup dalam karena pandemi ini. Kekuatan fiskal mesti cepat recovery agar kembali normal dengan defisit maksimal 3 persen. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.