Dark/Light Mode

Gara-gara Jalan Ataturk, Fadli-Fahri Slek

Jumat, 22 Oktober 2021 07:40 WIB
Fahri Hamzah dan Fadli Zon. (Foto: Antara)
Fahri Hamzah dan Fadli Zon. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Politisi Gerindra Fadli Zon, berada di barisan yang tidak setuju nama tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk dijadikan nama jalan di Jakarta. Ia buat polling, hingga slek dengan sohibnya Fahri Hamzah.

Perdebatan soal tukeran nama jalan antara Indonesia dan Turki dengan tokoh masing-masing negara itu, tidak hanya terjadi di tataran elite. Masyarakat bawah juga terbelah, sebagaimana bisa dilihat di sosial media.

Fadli lalu berinisiatif membuat polling di akun Twitternya @fadlizon. Ia menyodorkan dua pilihan. Selain Ataturk, Fadli menawarkan tokoh lain yakni Muhammad Al Fatih; penguasa Turki Utsmani ketujuh yang berhasil menaklukkan Konstantinopel pada 29 Mei tahun 1453 silam.

Baca juga : Warga Afghanistan Pakai Bitcoin Atasi Masalah Keuangan

Hasilnya, dari 3.608 suara, 96 persen di antaranya memilih Al Fatih. Hanya 4 persen saja yang setuju Ataturk dijadikan nama jalan.

Melihat survei itu, sohibnya Fadli yakni Fahri nyeletuk. Menurutnya, tidak pas Al Fatih disejajarkan dengan Presiden Soekarno.

“Bro, bener ini Alfatih mau disejejerin sama Soekarno? Tukerannya kan itu? Kalau ane lihat gak pas bro. Jalan alfatih di jakarta vs jalan walisongo di ankara pas lah. Ngomong ke gubernur sohib lu tu,” respons Fahri lewat akun Twitternya @Fahrihamzah.

Baca juga : Yusril Vs Hamdan Kawan Jadi Lawan

Dengan emoji ketawa, Fadli menanggapinya dengan menyebut tokoh Indonesia lain yang bisa disejajarkan dengan Al Fatih, sesuai zamannya. Tidak harus Presiden Soekarno. “Di Ankara bisa Jalan Sultan Agung Hanyokrokusumo atau Jalan Pangeran Diponegoro,” cuit Fadli.

Sebelumnya, Turki sudah mengabadikan nama Presiden pertama Indonesia sebagai nama jalan yakni Jalan Ahmet Soekarno di depan kantor KBRI Ankara.

Penyematan nama Soekarno sebagai nama jalan di Ibu Kota Turki itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers saat kunjungan bilateral ke Turki pada 12 Oktober 2021 lalu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.