Dewan Pers

Dark/Light Mode

Implementasi Pancasila Kurang, Kasus Perceraian Melonjak

Rabu, 27 Oktober 2021 22:55 WIB
Wakil Kepala BPIP Haryono. (Foto: ist)
Wakil Kepala BPIP Haryono. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keluarga adalah garda terdepan penerus bangsa. Untuk menghalau liberalisme, radikalisme, hingga perceraian.

Melalui implementasi nilai Pancasila. Hal ini mencuat dalam Seminar Nasional 'Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Membangun Keluarga Indonesia yang Berkarakter Pancasila' yang disiarkan secara langsung di YouTube Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu (27/10)

"Kemajuan teknologi membuat anggota keluarga semakin individualistis melunturkan gotong royong. Juga meningkatkan hedonisme, korupsi, perceraian, KDRT," ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. 

Berita Terkait : Komisi IV DPR Apresiasi Petani Banyuasin Semangat Kembangkan Pertanian

Ia mendorong penguatan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berkeluarga untuk mencegah konflik. "Betapa sedihnya tidak ada toleransi dan musyawarah dalam keluarga. Permasalahan dipakai sebagai dasar perceraian," lanjut Hasto. 

Ia menampilkan data olahan Statistik Indonesia. Faktanya, angka perceraian melonjak per 2017-2018 hingga 408 ribu kasus. 

Wakil Kepala BPIP Haryono menanggapi, jika Pancasila jadi pandangan hidup, maka keluarga pasti memiliki orientasi kebajikan. "Keluarga lembaga utama pembentuk karakter bangsa. Kemajuan tidak mungkin diciptakan pemerintah sendirian tanpa melibatkan warga yang hidup dalam keluarga," ucapnya. 

Berita Terkait : Universitas Pancasila Memiliki Program Green Campus Sejalan dengan SDG's

Haryono menekankan pentingnya kecerdasan emosional dan finansial bagi keluarga. Kalau terpenuhi, keluarga akan bahagia dan bisa menghargai orang lain. "Bagaimana mengatur keuangan, asupan makanan yang sehat. Sehat jiwa dan raga sangat relevan dengan Pancasila," ujarnya.

"Pancasila bukan sekadar slogan. Pancasila menjadi tindakan. Baik laku kehidupan keluarga, berbangsa, dan bernegara," tegas Haryono. 

Sementara itu, Plt Sestama BPIP Karjono menilai generasi muda harus menjadi generasi berencana. Merencanakan masa depan, kapan selesai kuliah, Kapan akan bekerja, kemudian juga kapan berkeluarga. "Makanya nikah harus sejalan dengan regulasi yang ditetapkan BKKBN," tukasnya.

Berita Terkait : Awal Pekan, Rupiah Kurang Tenaga Lawan Dolar

Karjono mengingatkan, sinergitas lembaga membangun karakter keluarga berwawasan Pancasila itu sejatinya sudah Pancasila walaupun tidak ada kalimat Pancasila. 'Sehingga semua berkepentingan agar Pancasila diatur disemua lini baik untuk Pendidikan formil, materiel dan Informel, dan juga tidak hanya diatur di pendidikan dasar. Tapi juga mulai paud, TK, SD, SMP, SMA/SMK dan perguruan tinggi. Sekarang mulai dibalik, Pancasila adalah mata pelajaran dan kuliah wajib. Itu sangat luar biasa," tuturnya. 

Hadir pula dalam seminar ini, Guru Besar Universitas Airlangga Mustain dan Ikon Prestasi Pancasila 2020 Addie MS. [BCG]