Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Disetujui Komisi I DPR Jadi Panglima TNI
Andika Jenderal Kekar, Tak Suka Berkoar-koar
Minggu, 7 November 2021 08:15 WIB
Sebelumnya
Fokus keenam, pemantapan interoperabilitas tri matra terpadu dalam pola operasi TNI. Turunannya, pengintegrasian doktrin, taktik, dan strategi antar-matra, juga efektivitas penyelenggaraan komando, kendali, komunikasi, komputer siber intelijen, pengamatan, dan pengintaian dalam operasi militer.
Fokus ketujuh, penguatan integrasi penataan organisasi untuk mewujudkan TNI yang adaptif. Fokus kedelapan, peran diplomasi militer dalam kerangka kebijakan politik luar negeri.
Mendengar paparan visi misi Andika, Meutya Hafid mengaku lega. Pasalnya, beberapa bulan terakhir Komisi I DPR sering diberondong pertanyaan terkait fokus calon Panglima TNI. "Mudah-mudahan paparan Bapak menjawab, sehingga mulai esok kami sedikit lebih tenang," kelakar politisi Golkar itu.
Baca juga : Komisi IX DPR Minta Pemerintah Antisipasi Agar Tak Ada Vaksin Covid Kedaluwarsa
Setelahnya, dilakukan sesi tanya jawab. Namun, di sesi ini, rapat dilakukan tertutup. Media tidak diizinkan meliput.
Sorenya, Komisi I DPR mengambil keputusan, menerima Andika sebagai Panglima TNI baru menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan pensiun. "Memberikan persetujuan terhadap pengangkatan calon Panglima TNI kepada Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI," ucap Meutya, sambil mengetuk palu sidang. Selanjutnya, keputusan ini akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR yang dijadwalkan akan digelar Senin (8/11).
Informasi persetujuan DPR ke Andika ini langsung sampai ke telinga Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, yang sedang berada di Papua. Kiai Ma’ruf meminta Andika mengedepankan pendekatan yang lebih baik dalam pengamanan di Papua.
Baca juga : Andika Memang Perkasa
"Kita berharap Panglima yang baru nanti akan meneruskan langkah-langkah Panglima yang lama dalam membangun kondusifitas keamanan di Papua, dan lebih mempunyai pendekatan-pendekatan yang tentu lebih baik lagi," tutur Ma'ruf.
Paparan Andika di Komisi I DPR mendapat pujian dari pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia, Prof Hikmahanto Juwana. Dia bilang, Andika merupakan sosok jenderal paripurna. Bukan hanya piawai di dunia militer, tapi juga perhatian di dunia pendidikan.
"Beliau itu punya pendidikan S2 dan S3 di luar negeri. Beliau lama di Amerika karena menempuh pendidikan dan ini bisa digunakan untuk membangun jejaring di dunia internasional," ucap Hikmahanto, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya