Dewan Pers

Dark/Light Mode

Imunisasi Untuk Dewasa

Sabtu, 7 Desember 2019 06:33 WIB
Ngopi - Imunisasi Untuk Dewasa
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Imunisasi measles rubella (MR) rupanya sangat penting. Tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga orang dewasa. Sayangnya, pengetahuan dan kepedulian masyarakat kita untuk melakukan vaksinasi jenis ini masih kurang.

Hal ini saya ketahui ketika saya menjenguk seorang kawan yang tengah sakit di sebuah klinik rawat inap swasta di kawasan Depok, Jawa Barat. Saat itu, kawan saya dirawat karena kadar ketonnya sudah positif dua.

Keton adalah asam yang dibuat ketika tubuh Anda menggunakan lemak, bukan karbohidrat, untuk energi dalam beraktivitas. Dengan kata lain, saat itu kawan saya sedang kekurangan asupan karbo sehingga tubuhnya menjadi kurus dan lemah.

Berita Terkait : Disabilitas Itu Kita

Saya tidak langsung pulang usai menjenguk kawan saya. Karena kebetulan ada obat yang ingin saya beli di klinik itu. Saat menunggu obat, datang seorang ibu dengan menggendong anaknya. Dia juga mau menebus obat.

Sambil menunggu antrean, saya bertanya kepada ibu itu, siapa yang sakit. Si ibu menjawab, bahwa anak yang tengah dipangku yang sakit. Umurnya 3 tahun. Dia adalah anak kedua dari ibu itu. “Kena campak Jerman, Bang,” ujarnya.

Campak jerman adalah istilah di Indonesia untuk menyebut campak rubella. Sebuah penyakit yang disebabkan virus rubella. Si ibu mengatakan, anaknya tertular dari kakaknya yang masih TK yang lebih dulu terkena campak ini.

Berita Terkait : Milad ke-64, UMJ Semakin Dewasa

Menariknya, si sulung diduga terkena dari ayahnya. Karena si ayah sempat menunjukkan gejala yang sama sebelumnya. Si ibu mengatakan, awalnya dia mengira anak keduanya ini akan kena cacar. Pasalnya, saat umur 2 tahun, si anak itu sudah pernah terkena campak. Tapi, dokter klinik berkata lain. Setelah dites darah, si anak divonis kena rubella seperti sang kakak.

Dia mengaku, memang tidak memberikan imunisasi MR ke anak-anaknya. Faktor utamanya adalah kekurangtahuan tentang program imuniasi MR yang dicanangkan pemerintah. Dia juga tidak tahu kalau rubella itu sangat menular.

“Saya tahunya vaksin polio. Yang begini mana tahu. Kalau tahu pasti saya imunisasi. Pasti. Si bapaknya juga saya suruh vaksin,” ujarnya polos.

Berita Terkait : Surat Cinta Untuk Guru

Sekarang, si ibu mengaku harus menebus obat penurun panas dan jenis isoprinosine ke apotek. Harganya tidak main-main. Mencapai ratusan ribu.

Mengetahui ceritanya, khususnya bagaimana virus rubella itu menular di keluarganya, saya jadi berpikir betapa pentingnya imunisasi. Tidak hanya untuk anak-anak tapi juga untuk orang dewasa. [SUSILO YEKTI]