Dark/Light Mode

Bisnis Kecilan Dan Protes Sang Anak

Senin, 28 Januari 2019 06:19 WIB
Ngopi - Bisnis Kecilan Dan Protes Sang Anak
Catatan :
DEDE HERMAWAN

 Sebelumnya 
Menurutnya, tempat-tempat kursus yang disinggahinya hanya sebagai penyelenggara, sementara para penga￾jarnya dari luar. Maka tidak heran, kata istri saya, banyak peserta mengikuti pengajar berada. Apalagi si pengajar sudah punya nama.

Hampir semua resep dipelajari istri saya, mulai kue kering seperti kastengel, nastar, putri salju, lidah kucing, sake, cornflakes, chizstraw dan lain-lain. Sedangkan deretan kue basah seperti kue pepe, pisang bolen, bitter ballen, serta kue-kue tradisional. Setelah semuanya dijalani ada satu lagi yang harus dipikirkan yaitu pemasaran.

Baca juga : Ahok Sayang-sayangan

Pertama, dia tidak memikirkan untung rugi, promosikan ke saudara-saudara dan teman-teman dekatnya. “Lalu kita minta mereka komentar soal rasa. Ternyata, cara tersebut cukup jitu. Banyak yang komentar bagus dan kembali order,” kata istri bercerita penuh gembira.

Kemudian, pemasaran diperluas lewat orangtua murid tempat anak kami sekolah. Mulai dari rapat-rapat korlas sampai whatshaap. “Lebih banyaknya sih, saya cukup pakai status whatsapp, hasilnya ada yang order, ada juga sekadar komentar,” ujarnya. ‘Shanra’ demikian nama produk kue buatan istri saya dikasih label.

Baca juga : Oposisi India Protes Pencalonan Narendra

Striker label pun kami pesan lewat online dengan harga miring. Alhamdulillah, hampir setiap minggu selalu ada yang orderan. Meski hasil keuntungan bisnis kuliner sudah lumayan, sang istri belum berani membuka toko.

Selain faktor modal, dia tidak mau disibukan lagi seperti saat bekerja. Akibatnya, tujuan resign kerja untuk mengurus anak bisa gagal. Padahal, bersama teman-teman kursusnya sempat akan bekerjasama untuk mengontrak ruko di wilayah Depok. “Tapi, lagi-lagi mentok,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.