Dark/Light Mode

Merasa Benar dengan Sikap Parnoan

Selasa, 21 April 2020 01:37 WIB
Ngopi - Merasa Benar dengan Sikap Parnoan
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi corona tidak dipungkiri telah membawa efek negatif. Bukan hanya dari sisi kesehatan dan ekonomi, tapi juga dari sisi hidup bersosial.

Kini banyak orang jadi khawatir secara berlebihan alias parno bila mendapati orang sedang batuk atau demam. Dan situasi parno ini terjadi tidak hanya di tempat-tempat umum, tapi juga di lingkungan keluarga sendiri.

Di satu sisi, parno terhadap gejala Corona, seperti batuk atau demam dan bersin, menandakan bahwa masyarakat kita sudah peduli terhadap kesehatan. Tapi, di sisi lain, parno tanpa bukti kuat juga bikin jengkel.

Baca juga : Lebih Banyak Bersyukur, Jauhkan Pikiran Negatif

Seorang teman saya, panggil saja Widi, bercerita, bahwa semenjak corona masuk Indonesia, dia menjadi parnoan. Setiap ada orang batuk, dia selalu memandang dengan kecurigaan.

Diakuinya, hal yang dilakukan ini tidak baik. Apalagi kecurigannya itu tidak didasari bukti kuat alias asal nuduh. Bisa saja orang yang dicurigainya itu batuk hanya karena tersedak air minum atau demam karena terlalu banyak begadang.

Tapi teman saya ini berdalih, lebih baik parno daripada menyesal di kemudian hari. Apalagi setiap membaca berita jumlah pasien corona selalu naik.

Baca juga : Usir Jenuh dengan Main Layang-Layang

Rasa parno ini juga diakuinya pernah membuat hubungannya dengan rekan kerjanya di kantor agak renggang. Gara-garanya, si kawannya tersebut merasa tersinggung karena merasa dicap mengarah ke corona. “Kalau enggak curiga tapi ternyata orang itu fix corona gimana dong nasib gua,” ujarnya membela.

Saya tidak tahu ada berapa orang seperti teman saya itu semenjak pandemi corona masuk di Indonesia. Saya juga tidak bisa membantah curahan hati teman saya itu. Karena saya pun kadang bisa parno saat berada di tempat umum.

Tapi, saya merasa rasa parno berlebihan terhadap gejala-gejala corona ini bisa diminimalisir dengan edukasi kesehatan dari pemerintah. Caranya, dengan menggencarkan sosialisasi tentang Physical Distancing, memberikan penyuluhan hingga ke tingkat RT/RW tentang cri-ciri gejala corona,  dan mengedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan, work from home dan sebagainya.

Baca juga : Gali Kubur Biar Hidup

Apa pun itu, saat ini pemerintah sedang berjuang menekan pandemi. Dan sikap kita selaku warga negara sebaiknya mendukung upaya-upaya yang dilakukan tanpa harus memberikan beban tambahan yang tidak perlu. 

Susilo Yekti, Wartawan Rakyat Merdeka

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.