Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Redaktur
RM.id Rakyat Merdeka - Orang kita memang tidak pernah kehabisan cara bersilaturahmi. Itu pengalaman saya saat Lebaran di tengah pandemi. Walau kami tidak bertamu dan menerima tamu saat lebaran, tapi tali silaturami tidak putus. Ini yang menarik.
Menjelang Lebaran kemarin, rumah saya banyak kedatangan makanan dari ojek online. Tapi bukan saya yang pesan. Makanan itu datang dari teman-teman saya dan istri. Ada yang mengirimkan kue kering, kue kaleng, kopi kekinian dalam botol seliter sampai pempek Palembang. Kami tidak pernah tahu makanan apa dan kapan itu akan datang. Itu menjadi kejutan.
Saya dan istri pun sama. Mengirimkan makanan kepada kerabat. Makanannya beragam. Istri saya menyalurkan hobinya mengoprek tempat-tempat makan via aplikasi ojek online. Kami cari kedai makanan terdekat dengan rumah tujuan. Ada yang saya pesan di daerah Jakarta Timur, ada juga yang di wilayah Tangerang Selatan, Banten. Jenis makanannya, yah macam-macam.
Baca juga : Bisnis Makanan di Masa PSBB
Kalau kebetulan ada teman yang berjualan makanan, kami berdayakan. Saya pesan makanan dari teman itu, dan meminta dia mengirimkan ke tempat tujuan. Untuk pengemudi ojek pun saya berikan tips. Baik itu melalui aplikasi yang saya pesan untuk mengirim, maupun saat menerima makanan.
Kalau dari yang saya alami, silaturahmi dengan cara seperti ini paling tidak membuat ekonomi bergulir. Uang dari kantong saya bergulir kepada pedagang kuliner itu. Teman saya yang menyambi jual makanan di tengah pandemi pun terbantu. Begitu juga dengan tukang ojek online jadi punya order dan mendapatkan tips.
Makanya, saat saya liputan di Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta sebelum Lebaran diinformasikan bahwa angka pertumbuhan di Jakarta masih tinggi. 5,06 persen. Tertinggi di tingkat nasional. Salah satunya karena konsumsi rumah tangga di Jakarta masih tinggi.
Baca juga : Hati-hati Krisis Pangan
Kemudian, BI juga mendapatkan bahwa pesanan makanan melalui ojek online meningkat. Makanya, industri kuliner tetap bertahan di tengah pandemi ini. Bahkan cenderung naik.
Walau begitu, saya terus berharap pandemi segera berakhir. Sehingga saya dan keluarga bisa kembali bersilaturahmi. Dengan cara konvensional, bertamu dan menerima tamu. Kalau mau makan, yah bisa bareng bareng ke restoran. Tanpa harus menjaga jarak.
Sambil menunggu situasi normal atau new normal, saya pun tetap di rumah. Oh iya, sampai seminggu setelah Lebaran pun saya masih menerima kiriman makan. Kue basah. Alhamdulillah. [MARULA SARDI, Reporter Rakyat Merdeka]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.