Dark/Light Mode
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
MELLANI EKA MAHAYANA
Sebelumnya
Untungnya. Masih ada untungya. Barang-barang dan furnitur tak kerendam parah. “Wah kayaknya telat nutup pintu air nih,” terdengar komen Sunan Kali Jaga di depan rumahku. Dia baru tiba. Dan mendengar ada laporan rumahnya kemasukan air.
Baca juga : Kota Jayapura Kembali Diguncang Gempa
Seharusnya dingin-dingin asyik ngopi. Tambah asyik makan pisang goreng. Malah sibuk kerja bakti. Untungnya hujan dah mulai kecil-kecil. Kecemasan kami bakal banjir parah lenyaplah sudah.
Baca juga : Menjual Kabinet Bayangan
Tinggal menunggu air surut. Tapi ya begitu, karena udah parno banjir. Tiap mendung WhatsApp sibuk terus. Pada nanya apa hujan. Apa deras. Begitu sampai sekarang. Padahal ada yang bilang mendung tak berarti hujan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.