Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Media punya hukum sendiri dalam menjadikan seseorang sebagai favorit untuk diberitakan. Bisa jadi karena pesona narasumber atau memang karena keunikan peristiwanya. Boleh jadi juga karena kontrol sistem kekuasaan. Kalau karena pesona narasumber, biasanya karena pembawaan sumber yang bawaannya memang selalu disukai publik. Entah karena kecakepan penampilannya, kecakapannya berbicara, kegigihan bekerjanya, atau ketulusan dan kesahajaannya.
Ia tidak dibuat-buat. Kalau karena ini, sejarah biasanya yang memilih. Seringkali berjalan alamiah. Tidak bisa direkayasa. Tiba-tiba jatuh cinta terhadap figur tertentu. Kesengsem. Jadilah ia media darling. Karena peristiwa, ini lebih karena hukum umum media. Bad news is goodnews.
Baca juga : Kejahatan Di Atas Kejahatan
Ada yang by design, di-engineering sedemikian rupa, ada yang memang peristiwa muncul tiba-tiba. Terakhir, ini karena kontrol kekuasaan, baik kekuasaan lebih besar seperti negara, atau, kekuasaan pemilik media. Kalau yang pertama terkait sistem negara, apa demokratis atau masi otoritarian.
Semakin demokratis maka semakin warna-warni peristiwa diberitakan. Kalau karena ini, media wajib melakukan perlawanan sistem secara sistematis. Perjuangan semua. Publik dan media publik wajib menjadi bagian dari kerja reformasi total tatanan perpolitikan.
Baca juga : Keberpihakan Media Massa
Kalau karena kontrol penuh pemilik media, berarti harus siap-siap jadi perbudakan media dan pemasungan kebebasan. Ini mengerikan kalau terjadi. Harus dilawan pelacuran harga diri ini. Atau keluar dari media seperti itu. Tidak menyehatkan. Media bersatu tak bisa dikalahkan: jadilah manusia istiqomah. Insya ALLOH.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.