Dark/Light Mode

Gagal Detoks Drakor

Kamis, 10 Desember 2020 04:32 WIB
Ngopi - Gagal Detoks Drakor
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - “Mer, lagi ngikutin series apa?” Begitu pesan salah satu teman via WhatsApp. Jauh sebelum pandemi, dia dan saya memang suka saling tukar judul drakor (Drama Korea). Lebih tepatnya sih, dia penuntun, bikin saya menikmati nonton drakor. Teman saya ini sering banget rekomendasikan judul drakor.

Ketika menjawab pertanyaan yang sebenarnya dia kirim dua bulan lalu itu, saya bilang lagi meneruskan jihad untuk menyelesaikan serial yang berjudul “Stranger”. Kurang lebih, totalnya ada 32 episode yang dibagi 2 seasons. Setiap episode lebih dari satu jam, belasan menit.

Ternyata pertanyaan itu hanya awal. Sebenarnya, teman ini mau cerita kalau dirinya tengah mencoba detoks drakor. Detoks dapat diartikan memberhentikan sementara kebiasaan. Dia bilang, sejak beberapa bulan lalu mencoba. “Yah, kalau aku sih lagi detoks drakor cecintaan nih,” sambung saya membalas.

Baca juga : Nonton Konser Musik Virtual Kurang Asyik

Saya juga sebenarnya kurang menikmati drama yang kisahnya kurang lebih soal percintaan. Saya suka “Stranger” karena bergenre drama thriller. Kisahnya mengungkap korupsi, kejahatan. Dua tokoh utamanya, masing-masing mewakili pihak Kejaksaan dan Kepolisian Korea Utara. Cerita fiksi, tapi seru sedikit menegangkan.

Sejak dulu, suka saya sekali menikmati drama yang menceritakan kisah ala-ala detektif gitu. Memecahkan misteri. Nah, kebetulan ketemu serial yang dibintangi Cho Seung Woo itu di aplikasi nonton. Alhasil, nonton sampai tuntas, dua seasons.

Mendengar penjelasan saya seperti itu, teman ini tetap pada pendiriannya. Pokoknya, mau detoks. Apa pun, yang hubungannya nonton drakor. Menurut pengakuannya, menghilangkan sedikit kebiasaannya itu membuat dia lebih fresh, dan nyaman.

Baca juga : Pengen Pegang Salju

Sebenarnya, tidak sepenuhnya kegiatan menonton itu berhenti. Ini soal mengurangi drakor aja, kata dia. Serial barat, latin sih, katanya masih. Malah dia mencari judul-judul baru. “Bahkan, aku nontonnya pakai VPN (virtual private network). Demi untuk serial yang nggak tayang di Indonesia,” jelasnya.

Oke, siap. Saya merespons, cerita dia. Waktu berlalu, tukar cerita kami tentang banyak hal. Misalnya, beberapa hari lalu, dia mulai aktif liputan. Kami teman seprofesi. Bahkan, belum lama ini sudah liputan luar kota, pergi dengan pesawat.

Pengalaman pertama kali di pandemi naik pesawat pun dikisahkannya. Sampai ada kejadian dan menyebalkan sampai lucu, karena gugup dan khawatir akibat Corona. Yang lebih lucu sih menurut saya, muncul barisan huruf yang terangkai ke layar ponsel saya, yakni, “Aku gagal detoks drakor.”

Baca juga : Kisah 6 Tahun Silam

Saya balas dengan emoticon, bingung. Dia pun, menjelaskan, “Ya minimal ada pengalihanlah aku di pesawat nonton video download. Biasanya kan gitu, kalau lagi travelling aku nonton drakor yang download dulu dari rumah.” Oh, sekali lagi. Oke, siap.[Merry Apriyani/Reporter Rakyat Merdeka]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.