Dark/Light Mode

Meriang Atau Kena Covid-19

Selasa, 29 Desember 2020 06:02 WIB
Ngopi - Meriang Atau Kena Covid-19
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski sudah sembilan bulan berlalu, wabah Covid-19 ini masih bikin deg-degan sampai sekarang. Tujuh bulan pertama, lingkungan tempat tinggal saya, di Cipinang Muara, Jakarta, warganya masih patuh. Tidak ada kasus temuan warga kena virus asal Wuhan, China itu.

Tapi, dua bulan terakhir, mulai dari rukun tetangga (RT) sebelah, satu per satu ada warga yang terinfeksi. Grup WhatsApp RT selalu update info soal data atau siapa dan rumah mana yang terkena Covid-19. Tujuannya bukan untuk mengucilkan, tapi, agar warga lain tetap waspada dan patuh protokol kesehatan (Prokes).

Kekhawatiran makin menjadi ketika tetangga samping rumah, tiba-tiba suaminya demam tinggi. Istrinya, panggil saja, Mbak De, was-was. Dia langsung mengisolasi suaminya di kamar. Dia lalu menghubungi petugas Satgas Covid-19 yang ada di kelurahan.

Berita Terkait : Panik Tetangga Kena Corona

Untuk memastikan positif Covid-19 atau tidak, Mbak De menyuruh suaminya rapid test. Hasilnya harus menunggu tiga hari.

Kasihan Mbak De jika hasil rapid test suaminya positif. Anaknya ada empat, semuanya masih Sekolah Dasar (SD). Belum lagi, ada orang tua yang juga tinggal bareng. Khawatir, sekeluarga harus rapid test.

Ketakutan makin menjadi-jadi ketika ada ambulans parkir di depan gang. Warga memang penasaran, tapi tidak berani bertanya kenapa ada ambulans di sana. Ternyata, esok harinya warga baru ribut di grup WhatsApp setelah tahu jika ambulans yang kemarin membawa jenazah pasien Covid-19.

Berita Terkait : Kejar Narsum Antara Jakarta Dan Karawang

“Kok, dari RT tidak ada info, kalau ambulans kemarin, membawa jenazah penderita Covid buat dikuburkan di sini. Dekat pemukiman warga lagi,” cecar seorang warga.

Pak RT hanya bilang, “Semua tidak ada yang tahu. RW pun tidak tahu. Karena yang dimakamkan, bukan warga sini, hanya punya tanah kosong, di dekat sini,” ujar Pak RT.

Dipikir-pikir memang aneh, kok rumah sakit mengijinkan ambulans membawa jenazah untuk dimakamkan bukan di pemakaman khusus Covid- 19. Waktu dimakamkan, juga mendekati saat maghrib. Terkesan, sembunyi-sembunyi.

Berita Terkait : Cerita Tentang Kepergian Boba

Semoga di tempat tinggal saya tidak ada yang kena Covid-19.  [Irma Yulia/Wartawan Rakyat Merdeka]