Dark/Light Mode

Kembali Belanja Ke Warung Tetangga

Selasa, 19 Januari 2021 06:12 WIB
Ngopi - Kembali Belanja Ke Warung Tetangga
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah penetapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, jam operasional minimarket di dekat rumah saya makin singkat. Di awal, jam operasionalnya adalah pukul 07.00-19.00 WIB. Jam operasional itu sebenarnya sudah dikurangi dari waktu normal sebelum pandemi. Kini, setelah di PPKM diberlakukan, jam operasionalnya adalah pukul 10.00-19.00 WIB.

Pembatasan jam operasional ini menyebabkan culture shock bagi saya. Sebab, saya termasuk tipe orang yang kalau mau beli apa-apa ya ke minimarket. Bukannya malas ke warung tetangga, tapi di minimarket lebih komplet pilihan barangnya. Sampai-sampai sering beli barang lain yang tidak direncanakan sebelumnya.

Berita Terkait : Kangen Liputan Tatap Muka

Kebetulan juga saya bukan perokok, jadi nggak perlu sering mampir ke warung tetangga. Saya yakin, banyak juga orang yang seperti saya, kalau beli sesuatu lebih sering di minimarket daripada warung tetangga dengan alasan yang sama. Mungkin, banyak orang juga yang tidak terbiasa seperti saya, dengan pengurangan jam operasional ini.

Saya pribadi kurang setuju dengan pembatasan jam operasional minimarket. Menurut saya, minimarket itu bisa diartikan sebagai warung dalam ukuran yang agak besar. Sebagian warga pergi ke minimarket untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan berwisata apalagi nongkrong sambil ngopi-ngopi.

Berita Terkait : Kangen Dipanggil Mary Jane

Pembatasan jam operasional ini, menurut saya, malah bisa menyebabkan orang yang berbelanja menumpuk di minimarket. Sebab, jam bukanya terbatas. Sementara, orang yang mau membeli kebutuhan sehari-hari di minimarket itu tetap banyak.

Tapi, ya sudahlah. Karena pemerintah sudah menetapkan demikian, jadi belakangan ini saya kembali membiasakan belanja di warung tetangga. Toh, di situ juga barang kebutuhan sehari-hari ada, meski relatif seadanya. Nggak ada isi ulang kecap yang gede, nggak ada isi ulang sabun cair yang isinya lebih banyak, nggak ada saus belibis, dan masih banyak lagi yang kurang. [Nanda Prananda/Wartawan Rakyat Merdeka]