Dark/Light Mode

Dapat Apa Hari Ini?

Jumat, 22 Januari 2021 06:16 WIB
Ngopi - Dapat Apa Hari Ini?
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Ya, Tuhan... Kalimat itu keluar begitu saja dari bibir saya, waktu lihat foto terakhir Bang Ono yang bibirnya di grup WhatsApp kantor, 2 Januari lalu. Nggak tega lihatnya.

Tapi, saya nggak bisa berbuat apapun. Cuma bisa doain. Karena katanya, besoknya mau diobati. Jadi, saya cuma berharap yang terbaik. Sehat.

Tapi, 3 Januari siang, malah dapat kabar yang lebih bikin kaget. Saya baca di grup kantor, Bang Ono sudah pergi mendahului. Menghadap Yang Kuasa. Benar-benar nggak nyangka. Secepat itu Bang Ono pergi. Masih nggak percaya. Sampai sekarang.

Berita Terkait : Untung Pakai Motor Bebek

Dalam hubungan pribadi, saya dan Bang Ono memang nggak begitu dekat. Tapi kalau sudah di kantor, saya rasa nggak ada yang nggak bisa akrab sama Bang Ono. Dari yang paling senior, sampai yang junior seperti saya ini. Dia nggak milih-milih. Orangnya emang ceplas-ceplos. Apa adanya. Tapi berisi.

Salah satu yang begitu saya ingat dari Bang Ono adalah, kalimat “dapat apa hari ini? Dua kali Bang Ono jadi redaktur saya.

Kalimat khas itu biasanya ditanyakan Bang Ono di percakapan grup atau pribadi. Menjelang sore. Di waktu-waktu mendekati deadline. Dan kalau sudah ada pertanyaan seperti itu, campur aduk rasanya. Apalagi kalau tugas yang dia berikan belum diselesaikan. Terutama waktu saya diasuh di halaman khusus milik koran ini, halaman dua.

Berita Terkait : Corona Di Teras Rumah Tetangga

Yang belum kenal baik, kalimat itu sepertinya jutek, galak, atau yang lainnya. Tapi bagi yang sudah tahu Bang Ono, tidak akan ada masalah. Karena teman-teman di kantor tahu, Bang Ono ceplas-ceplos, apa adanya, tapi berisi.

Sekarang, semuanya cuma bisa dikenang. Cuma ada di kepala dan hati. Bang Ono sudah dipanggil Tuhan. Kalau dibilang nggak percaya? Ya pasti. Tapi, ya begitu yang terjadi.

Oh ya, Bang Ono juga jadi salah satu yang merekomendasikan saya jadi bagian tetap Keluarga Rakyat Merdeka. Saya masih ingat dengan jelas waktu beliau bertanya, “Lu udah diangkat belum?”. Waktu itu, sudah hampir tiga tahun saya berada dalam keluarga ini.

Berita Terkait : Kangen Liputan Tatap Muka

Ya ampun, Bang Ono. Masih belum percaya. Apalagi, Agustus tahun lalu, sama-sama ikut mengantarkan Bang Kris ke peristirahatannya terakhir di dunia ini.

Orang-orang baik pergi begitu cepat. Selamat jalan, Bang. [Paul Yoanda /Wartawan Rakyat Merdeka]