Dark/Light Mode

Bukber Di Kala Pandemi

Jumat, 7 Mei 2021 06:15 WIB
Ngopi - Bukber Di Kala Pandemi
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah setahun nggak ke mall, Ramadan ini akhirnya saya menginjakan kaki lagi di pusat perbelanjaan. Apalagi kalau bukan dalam rangka buka puasa bersama alias bukber. Seperti mudik jelang Idul Fitri, bukber juga hampir menjadi suatu hal yang wajib dilakukan di bulan Ramadan.

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, sekitar jam 4 sore semua restoran yang ada di mall mulai dipadati pengunjung. Pengunjung mulai sibuk memesan tempat untuk berbuka. Karena restoran di mall kebanyakan memang tidak bisa di pesan beberapa jam sebelumnya.

Berita Terkait : Mau Liburan Masih Takut

Pengunjung yang akan berbuka di situ harus ‘menjaga’ sendiri spot makannya. Makanya banyak pengunjung nongkrong di restoran tempat bukber, 2-3 jam sebelum waktu buka puasa. Tapi jika dicermati, meskipun terbilang ramai, tapi tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Baik di dalam maupun di luar restoran tidak terlihat padat. Para pengunjung yang ada di dalam restoran pun semuanya menjaga jarak. Bangku yang diduduki di selang-seling, tidak tepat bersebelahan. Lalu posisi duduknya pun dibuat tidak berhadapan langsung.

Berita Terkait : Ngabuburit Bareng Corona

Jadi jika seseorang ingin ngobrol dengan temannya, dia harus menyerongkan tubuhnya. Setiap bangku yang tidak bisa diduduki memang sudah ditandai oleh pengelola restoran. Posisi ini memang sengaja diatur dalam rangka menerapkan protokol kesehatan.

Maklum saat ini masih pandemi. Angka kasus penularan Covid-19, khususnya Jakarta masih turun naik. Oleh karena itu, meski Pemprov DKI tidak melarang warga untuk mengadakan bukber, tapi wajib untuk menerapkan protokol kesehatan. Jumlah pengunjung pun jadi tak sebanyak biasanya karena adanya kewajiban jaga jarak ini.

Berita Terkait : Pasrah Lebaran Di Rumah Saja

Selain mengatur tempat duduk supaya ada jarak, di setiap restoran tersedia hand sanitizer atau tempat cuci tangan, guna menjaga kebersihan. Selain itu, di luar ketika sedang makan, pengunjung harus terap memakai masker. Saya sempat melihat seorang diingatkan oleh pramusaji, karena melepas masker saat ngobrol sehabis makan.

Maklum, kalau ketahuan ada pelanggan yang melanggar protokol kesehatan, maka restorannya yang akan kena sanksi. Hal itu dilakukan untuk mencegah semakin banyaknya penularan Covid-19 di tempat umum. [Nanda Prananda/ Wartawan Rakyat Merdeka]