Dark/Light Mode

Mau Liburan Masih Takut

Kamis, 3 Juni 2021 06:02 WIB
Ngopi - Mau Liburan Masih Takut
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Tradisi mudik setiap Lebaran bukan salah satu kebiasaan keluarga kami. Kampung halaman yang jauh di mata alias di Pariaman, Sumatera Barat membuat kami memutuskan untuk tidak selalu mudik setiap tahun seperti tradisi kebanyakan.

Kalau kata ayah yang suka berkelakar, “Iya kampungnya jauh. Capek.” Alasan simpel itu selalu diberikan kepada siapa pun yang bertanya, apa ada agenda mudik dari keluarga kami menjelang Hari Raya.

Tapi pada dasarnya, memang bukan kebiasaan keluarga kami saja untuk mudik setiap tahun. Ibu atau ayah, malah bisa pulang ke kampung halaman setahun dua sampai 4 kali, jika ada kesempatannya.

Berita Terkait : Khutbah Pakai Helm

Atau bahkan bertahun-tahun, 4-6 tahun baru bisa mudik. Ya begitulah. Jadi, kami sekeluarga “taat” banget lho ini nggak mudik saat Lebaran di Pandemi gini. He he he.

Terus karena hilangnya kebiasaan berlibur di saat Lebaran dan pasca Lebaran, karena situasi corona plus tidak mudik. Muncullah kebimbangan, galau, salting alias salah tingkah.

Biasanya diisi dengan pergi ke pantai atau daerah pegunungan. Mencari hawa-hawa segar, sejenak keluar dari ibu kota.

Berita Terkait : Bukber Di Kala Pandemi

Tapi mau gimana, jangankan berlibur ke luar kota, makan di resto khas Sunda favorit Ibu saja, kami masih ngeri. Apalagi liburan. Masih takut. Huh, corona udahan dong...

Meski sebenarnya bisa menggandekan liburan di luar libur nasional, dan mengatur cuti, rasanya masih belum nyaman.

Alhasil, waktu-waktu libur diisi aktivitas lain. Bantu jualan online adik, bantu jualan ibu.

Berita Terkait : Ngabuburit Bareng Corona

Lagi juga, kantor Rakyat Merdeka, libur dan aktivitas kembali mengikuti anjuran pemerintah. Jadi tidak ada liburan panjang. Yuk semangat yuk! Mari beraktivitas lagi... [Merry Apriyani /Wartawan Rakyat Merdeka]