Dewan Pers

Dark/Light Mode

Belajar Bikin Kolam Ikan

Jumat, 18 Juni 2021 06:05 WIB
Ngopi - Belajar Bikin Kolam Ikan
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjalani libur di hari Minggu ternyata bisa suntuk juga. Ini saya rasakan pada akhir pekan kemarin.

Suntuk timbul karena mau keluar rumah atau sekadar makan di luar takut Covid-19. Apalagi di rumah saya ada anak 1 tahun.

Saat saya sedang suntuk, istri saya ternyata menyadarinya. Tiba-tiba saja dia nyeletuk, “mending benerin kolam ikan”.

Berita Terkait : Lapangan Bola Penuh Di Tengah Malam

Mendengar saran istri, saya akhirnya jalan ke halaman depan rumah. Saya lihat, kolam ikan saat itu memang sudah dipenuhi oleh puing bekas bongkaran kamar mandi dan tanaman liar. Daripada jadi sarang nyamuk, ya mending dibersihin.

Jadilan Minggu kemarin saya bersih-bersih kolam. Setelah bersih ternyata kolam ikan sudah bolong disana dan disini.

Dengan sisa-sisa semen bekas bangun kamar mandi, saya keluarkan skill arsitek saya yang alakadarnya. Tidak sampai 5 jam kolam ukuran 1x1,5 meter yang amburadul akhirnya layak pakai. Saya pun pergi mandi.

Berita Terkait : Liburan Murah Di Bandung

Sore hari, sekira pukul 15:00 saya beli ikan tidak jauh dari rumah. Sampai rumah langsung mandi untuk kedua kali untuk antisipasi hal tidak diinginkan.

Tidak diduga, anak saya senang betul melihat kolam ikan diisi oleh ikan warna-warni. Saking senangnya, dia pukul-pukul air kolam dengan tongkat serok ikan. Beberapa kali dia juga obok-obok kolam, tentu dengan pengawasan saya dan istri.

Tapi, hati yang senang berujung sedih. Esok pagi ikan-ikan dikolam banyak yang mati. Beberapa yang bertahan,megap-megap di permukaan.

Berita Terkait : Masih Ada Lansia Takut Divaksin

Tetangga saya yang kebetulan lewat dan melihat kejadian naas para ikan di kolam saya, tiba-tiba bilang, seharusnya saya mendiamkan dulu air untuk satu atau dua malam lalu ganti air. Tujuannya agar racun2 semen bekas tambalan hilang.

Saya yang dengar saran tetangga, hanya bisa tepok jidat. Ternyata ada langkah yang belum saya lakukan agar kolam ikan layak untuk di isi ikan. [Susilo Yekti/Wartawan Rakyat Merdeka]