Dewan Pers

Dark/Light Mode

MPR Diskusi Perkuat Wawasan Kebangsaan Di Kalangan ASN

Kamis, 2 Desember 2021 14:01 WIB
Diskusi Empat Pilar MPR yang bertema Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Kalangan ASN di Media Center, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (1/12). (Foto: Ist)
Diskusi Empat Pilar MPR yang bertema Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Kalangan ASN di Media Center, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (1/12). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah penentu dan arah birokrasi. Saat diangkat menjadi ASN, mereka telah disumpah untuk setia pada konstitusi. Untuk itulah ASN ditegaskan harus bekerja untuk melayani masyarakat, bangsa, dan negara.

"Di sumpah setia pada konstitusi inilah seharusnya ASN paham tentang wawasan kebangsaan. Harus dipegang teguh dan dijalankan," kata Zulkifli dalam Diskusi Empat Pilar MPR yang bertema Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Kalangan ASN di Media Center, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (1/12).  

Bangsa ini menurut pria yang akrab dipanggil Bang Zul itu memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus segera ditangani. Diakuinya di satu sisi, pemerintah saat ini sukses dalam melakukan pembangunan infrastruktur seperti jala tol namun diakui pula di sisi yang lain masih ada kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial.

Berita Terkait : HNW Minta Pemerintah Serius Persiapkan Keberangkatan Jemaah Umroh

Untuk menyelesaikan masalah-masalah yang belum selesai, Zulkifli Hasan mengajak kepada semua untuk lebih mendiskusikan pada hal-hal yang positif. "Banyak hal yang mesti kita lakukan daripada memunculkan sikap saling membenci," tegasnya.

Bang Zul pun mengingatkan pentingnya seluruh pihak paham dan memegang teguh nilai kebangsaan. Disampaikan kepada peserta diskusi, Bangsa Indonesia mempunyai tujuan mensejahterakan seluruh rakyat sehingga semua yang dilakukan harus bermuara menuju ke sana.

Dikatakannya, Pilkada, Pileg, dan Pilpres digelar sebagai sarana untuk mencapai tujuan itu, agar Indonesia tetap bersatu dan menciptakan kesejahteraan namun dirinya menyayangkan dari digelarnya hajatan demokrasi lima tahunan itu justru membuat bangsa ini menjadi terbelah. "Padahal kita memilih sistem demokrasi agar kita bisa bersatu," ingatnya.  

Berita Terkait : HMPI 2021, Perhutani Dan Kementerian BUMN Tanam Pohon Di Ranca Upas

Bila bangsa ini merdeka dan bersatu, selanjutnya menurut politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), akan menjadikan bangsa ini berdaulat. Dalam kedaulatan inilah kita bisa membangun di mana dari tujuan pembangunan itu adalah menciptakan keadilan dan kesejahteraan. "Dalam suasana yang adil dan sejahtera di sana akan ada kesetaraan," paparnya.  

Bangsa Indonesia, menurut pria asal Lampung itu sebenarnya memiliki pedoman hidup yang komplit. "Kita bersyukur punya Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945," tuturnya.

Meski demikian diakui paham-paham yang ada dalam perjalanan waktu hanya dijadikan slogan bahkan digunakan untuk memecah belah. "Ungkapan saya Pancasila dan yang lain bukan merupakan suatu hal yang membahayakan," kata Menteri Kehutanan era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.  
 Selanjutnya