Dark/Light Mode

Siapkan Generasi Tangguh

Lestari Harap Pemerintah Konsisten Cegah Stunting

Rabu, 6 April 2022 23:43 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Mengantisipasi Generasi yang Hilang Akibat Stunting yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (6/4). (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Mengantisipasi Generasi yang Hilang Akibat Stunting yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (6/4). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak,  Kementerian Kesehatan RI, Erna Mulati mengungkapkan Indonesia mengalami double burden terkait kekurangan gizi baik secara mikro maupun makro nutrisi.

Erna menilai ancaman stunting akan semakin besar pascabalita mendapat makanan tambahan. Untuk mengatasi kondisi itu, menurut Erna, Kementerian Kesehatan telah berupaya melakukan intervensi gizi sebelum kelahiran dan  setelah bayi lahir.

Baca juga : Jaksa KPK Yang Selingkuh Ditarik ke Kejagung

Intervensi sebelum kelahiran, ujar Erna, ditujukan kepada para remaja putri dan Ibu hamil antara lain lewat pemberian tablet tambah darah dan tambahan asupan gizi.

Sedangkan intervensi gizi setelah kelahiran, ungkapnya, lewat pemberian ASI eksklusif dan makanan pelengkap ASI. Sasaran intervensi gizi saat ini, ujar Erna, tercatat 12 juta remaja putri dan 4,8 juta Ibu hamil.

Baca juga : Singo Edan Pagari Pemain Asingnya Kontrak 2 Tahun

Ketua Komisi IX DPR Felly Estelita Runtuwene mengungkapkan upaya mengatasi stunting merupakan hal yang penting, karena dampak stunting antara lain dapat menekan PDB sebesar 3 persen per tahun.

Pada kesempatan itu, Felly mengungkapkan upaya negara Peru yang mampu menekan angka stunting sebesar 14 persen dalam 8 tahun. Menurut Felly, upaya yang serius dari semua pihak harus dilakukan dan perlu program yang spesifik terutama  pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi.

Baca juga : Airlangga: Selama Ramadan, Pemerintah Tetap Jalankan Strategi Pengendalian Pandemi

"Sangat diperlukan program spesifik yang punya daya angkat, sehingga harus ada konvergensi antar sektor untuk mewujudkan Indonesia dengan pravelensi stunting yang lebih baik," ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.