Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Menurut Anggia, menikah bukan hanya menghalalkan hubungan laki-laki dan perempuan, tetapi lebih pada kemampuan membangun nilai yang bisa diterima oleh anak-anaknya sebagai pondasi menatap masa depan.
"Di Mataram ada satu pesantren yang diasuh mbak Baiq, di sana angka pernikahan anak sangat tinggi. Beliau sebagai bu nyai berusaha sekuat tenaga menahan santri-santrinya saat ingin dinikahkan dini oleh keluarganya," urai Anggia.
Baca juga : Gaet AirAsia Rewards, PermataBank Launching AirAsia Cards
Di lokasi yang sama, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengapresiasi cara Fatayat NU mengampanyekan bahaya perkawinan anak dengan berbagai cara kreatif, termasuk di antaranya melalui film pendek berjudul KECELE.
"Filmnya sangat mengena, saya terenyuh, terkejut juga saya setelah melihat film KECELE ini pesan-pesan bisa disampaikan dengan bahasa yang simple, lugas dan alami," puji Hasto.
Baca juga : HUT Ke-25, Batavia Madrigal Singers Rilis Film Melodialog
"BKKBN berterimakasih sekali untuk ibu Anggia dan Fatayat yang sudah lebih kreatif. Mungkin suatu saat bisa dimasukkan pesan biologis tapi dengan gaya bahasa yang jenaka dan ringan. Misalnya kenapa nikah muda nggak boleh? Ya karena pinggul anak-anak kurang dari 10 cm, padahal lingkar kepala bayi itu lebih dari 10 cm," sambungnya.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Bidang Anak, Ulfah Mawardi juga mengapresiasi karya Fatayat NU tersebut. Menurutnya film pendek KECELE sudah sesuai dengan program KPPPA.
Baca juga : Festival Sarung Majalaya, Kemenkop UKM Perkuat Industri Sarung Lewat Pendekatan Klaster
"Kita apresiasi ya teman-teman Fatayat tadi filmnya sangat menarik. Pesan bagaimana anak menjadi pelopor dan juga pelapor ini sesuai dengan program KPPA, masuk semua dalam film ini. Film ini sangat interaktif dan edukatif," ucap Ulfah.
Launching film pendek KECELE ini juga diikuti seluruh Pengurus Wilayah Fatayat NU seluruh Indonesia secara virtual. Nampak pula sebagai pembedah film jurnalis Kompas Sonya Hellen Sinombor, Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Nurul Hidayatul Ummah, Sekum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah serta sejumlah pengurus PP Fatayat NU. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya