Dewan Pers

Dark/Light Mode

Produsen Sawit Terbesar

Beli Migor Kok Pakai Syarat

Rabu, 29 Juni 2022 07:50 WIB
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron. (Foto: Dok. DPR RI)
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menyoroti rencana Pemerintah mengatur pembelian minyak goreng (migor) curah dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Rencana tersebut terkesan memberikan syarat berat bagi masyarakat membeli migor curah.

Herman bilang, masyarakat berhak mendapatkan migor murah di negeri kaya sawit ini. “Sangat ironis komoditas yang dihasilkan oleh negara kita bahkan terbesar di dunia, membeli saja harus pakai syarat,” kata Herman dalam keterangannya, kemarin.

Berita Terkait : Imbauan Puan Maharani, Sosialisasi Beli Migor Pake PeduliLindungi Harus Gencar

Politikus Demokrat itu sekaligus menyoroti harga tandan buah segar (TBS) sawit yang mengalami kemerosotan. Menurutnya merosotnya harga TBS sawit itu tidak terlepas dari persoalan berlarut perihal minyak goreng.

“Bahkan di tingkat petani sawit sedang resah karena harga TBS sedang jatuh, berarti ada yang salah dalam persawitan negara kita,” ungkap dia.

Berita Terkait : Begini Cara Beli Migor Murah Pake PeduliLindungi Dan NIK

Senada, anggota Komisi VII Mulyanto menolak rencana pemerintah mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk pembelian (migor). Akar masalah migor sebenarnya ada pada sisi produksi dan distribusi, bukan karena adanya lonjakan konsumsi.

“Pemerintah jangan gonta-ganti kebijakan tata-niaga migor curah secara trial by error alias coba-coba, namun tidak menyelesaikan masalah,” kritik Mulyanto dalam keterangannya, kemarin.

Berita Terkait : Beri Hormat Ke Prabowo, AHY Ngaku Cuma Silaturahmi

Mulyanto meminta Pemerintah harusnya fokus menyelesaikan akar masalah. Bukan malah menimbulkan kebijakan yang berpotensi menimbulkan masalah baru. “Ide penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan menyulitkan masyarakat kecil,” kata dia.
 Selanjutnya