Dewan Pers

Dark/Light Mode

Silaturahmi Kebangsaan MPR Ke NasDem

Bamsoet Tegaskan Perlunya Perbaikan Kualitas Demokrasi Indonesia

Jumat, 1 Juli 2022 21:01 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kiri) didampingi para Wakil Ketua MPR menyerahkan cenderamata ke Ketua Umum NasDem Surya Paloh. (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kiri) didampingi para Wakil Ketua MPR menyerahkan cenderamata ke Ketua Umum NasDem Surya Paloh. (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR RBambang Soesatyo mengapresiasi dukungan Pengurus Pusat Partai NasDem yang menekankan perlunya konsolidasi politik mengembalikan kembali marwah MPR sebagai lembaga tertinggi negara. Untuk itu, MPR akan meminta Badan Pengkajian MPR dan Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR membuat kajian guna mengembalikan marwah MPR sebagai lembaga tertinggi negara.

Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang, Ketua Umum NasDem Surya Paloh juga menyoroti perlunya perbaikan kualitas demokrasi Indonesia. Pengalaman Pemilu terakhir, polarisasi masih sangat tinggi. Politik identitas terlalu bermain. Sementara masih banyak masyarakat yang belum memiliki kematangan dalam berpolitik.

Berita Terkait : BMI: Mega Dan Puan Dobrak Batasan Perempuan Di Dunia Politik Indonesia

"Akibatnya, perpecahan akibat Pemilu atau Pilkada di kalangan masyarakat masih sangat tinggi. Kesadaran berbangsa dan bernegara serta kedewasaan dalam berpolitik mutlak diperlukan saat ini," ujar Bamsoet, usai memimpin Silaturahmi Kebangsaan Pimpinan MPR dengan Pengurus Pusat Partai NasDem, di Nasdem Tower, Jakarta, Jumat (1/7).

Pimpinan MPR yang hadir antara lain Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Syarif Hasan, dan Hidayat Nur Wahid. Sementara pengurus NasDem yang hadir antara lain Ketua Umum Surya Paloh, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Enggartiasto Lukita dan Maxi Gunawan, Sekjen Johnny G Plate, Ketua Fraksi Nasdem DPR Roberth Rouw, serta Ketua DPP Amelia Anggraini dan Syarif Alkadrie.

Berita Terkait : Kapolri Harap Rumah Kebangsaan Jadi Wadah Jaga Persatuan Dan Kesatuan Indonesia

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, Surya Paloh juga menekankan agar menjelang Pilpres 2024, MPR bisa membuat konvensi berupa gebrakan mengundang semua calon presiden yang resmi bertarung, untuk menjabarkan visi dan misi kebangsaannya di hadapan MPR. Sehingga bisa menghasilkan konsensus bersama dari para capres untuk kemajuan bangsa dan negara.

"Kami sepakat dengan pernyataan Pak Surya Paloh, bahwa akhir muara dari penyelenggaraan Pemilu bukanlah untuk memecah belah persatuan bangsa. Narasi-narasi kebangsaan yang mengedepankan kedewasaan sikap politik dan mendorong kedewasaan berdemokrasi seperti ini, selaras dengan apa yang diperjuangkan oleh MPR untuk menjaga iklim politik tetap teduh," jelas Bamsoet.

Berita Terkait : Siang Ini, Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Garuda Indonesia

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, sejarah membuktikan, bahwa mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas, bukanlah pekerjaan mudah. Bahkan seringkali Pemilu menghasilkan residu kontestasi politik, yang berimbas pada polarisasi rakyat, dan dapat memicu lahirnya konflik horizontal.

"Esensi dari kompetisi demokrasi adalah memenangkan hati rakyat, yang bermuara pada kepentingan rakyat. Bukan justru menempatkan rakyat pada kutub-kutub polarisasi yang sarat dengan potensi konflik," pungkas Bamsoet.■