Dewan Pers

Dark/Light Mode

Komisi I DPR: Harus Diakui, Data Kita Rentan Dibobol

Senin, 12 September 2022 22:14 WIB
Anggota Komisi I DPR Christina Aryani (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi I DPR Christina Aryani (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Beberapa hari terakhir, publik heboh dengan bocornya data pribadi yang dilakukan hacker Bjorka. Fenomena ini menjadi sorotan Anggota Komisi I DPR Christina Aryani.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pengamanan dan perlindungan data harus diakui menjadi pekerjaan rumah yang perlu dipikirkan secara serius oleh Pemerintah dan pihak-pihak lain yang menghimpun data masyarakat. Termasuk pihak swasta.

Berita Terkait : Buktikan Kemesraan, Komisi I DPR Minta Panglima Dan KSAD Jalan Bareng

“Fakta bahwa keamanan data di Indonesia rentan bobol harus kita akui. Kejadian kebocoran data bukan hanya terjadi satu dua kali, tapi sudah teramat sering,” ucapnya, seperti keterangan yang diterima RM.id, Senin (12/9).

Christina melanjutkan, kejadian berulang-ulang ini bukan tidak menjadi perhatian DPR. Secara pribadi, Christina mengaku berulang kali mendorong perlunya peta jalan alias roadmap untuk Keamanan Siber. Namun, sampai saat ini belum terlihat hasilnya.

Berita Terkait : Kapolri Beberkan Kronologi Kasus Pembunuhan Brigadir J Dan Upaya Rekayasa Sambo

“Bagi kami, adanya peta jalan keamanan siber akan membantu optimalisasi perlindungan siber di Indonesia. Jangan sampai terjadi seperti sekarang, saling melempar tanggung jawab antar lembaga atau institusi, yang kami nilai amat tidak elok. Peta jalan keamanan siber sangat mendesak, seperti halnya dengan dorongan DPR sebelumnya kita bisa melahirkan peta jalan keamanan laut,” terangnya.

Dia menganggap, kejadian berulang peretasan data pribadi, baik yang terjadi pada data masyarakat maupun data pejabat negara menjadi pelecut percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP). Adanya ketentuan yang jelas mengenai sanksi administrasi atau pidana terhadap pengendali/prosesor data yang lalai dalam mengelola data masyarakat akan menumbuhkan kepercayaan publik bahwa data mereka dijaga dengan baik.

Berita Terkait : Pakar Komunikasi Ajak Rakyat Hindari Ujaran Kebencian Di Medsos

Di sisi lain, tambah dia, isu keamanan siber dan keamanan data yang belakangan ramai dibicarakan masyarakat memberikan optimisme bahwa masyarakat mulai paham akan penting dan berharganya data pribadi, yang harus dijamin perlindungannya. “Ini pertanda baik. Bangsa Indonesia terus beranjak naik kelas, yang sejatinya juga harus diikuti dengan kerja keras Pemerintah memastikan seluruh perangkatnya memiliki kesadaran yang sama dengan masyarakat kita,” tutupnya.■